Breaking News

Tanggapi Persoalan Sawit di Aceh, Ini yang Disampaikan Haji Uma kepada Pemerintah Aceh

Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman atau Haji Uma ikut menanggapi polemik kelapa sawit di Aceh setelah adanya moratorium izin perkebunan kelapa sawit

Penulis: Jafaruddin | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/JAFARUDDIN
Anggota DPD asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma sedang melihat TBS Sawit. 

Tanggapi Persoalan Sawit di Aceh, Ini yang Disampaikan Haji Uma kepada Pemerintah Aceh

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman yang akrab disapa Haji Uma ikut menanggapi polemik kelapa sawit di Aceh setelah adanya moratorium izin perkebunan kelapa sawit lahan baru.

Anggota Komite II DPD RI ini berharap Pemerintah Aceh memiliki perspektif komprehensif yang berpihak kepada lingkungan hidup dan masyarakat petani sawit di Aceh setelah moratorium izin perkebunan sawit di Aceh berakhir.

"Kebijakan sawit di Aceh setelah  moratorium mesti berorientasi pada 2 hal, lingkungan hidup dan keberpihakan bagi masyarakat petani sawit. Karena harus kita akui bahwa sawit di satu sisi memang memiliki dampak terhadap lingkungan hidup, namun juga menjadi sumber ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Haji Uma.

Karena itu, Haji Uma menilai jika sebaiknya izin perkebunan sawit kedepan perlu ditekan seminim mungkin dengan syarat aturan yang ketat dan sebaliknya fokus penting lebih kepada menata perkebunan yang telah ada saat ini dengan penerapan standar perkebunan sawit berkelanjutan di Aceh.

Baca: Kebakaran Rumah Wartawan Serambi di Agara, Ada Orang Tinggi Besar Datang Tanya Pak Asnawi

Baca: Razia Pegawai di Lhokseumawe, Ada PNS Lari Terbirit-birit Saat Lihat Satpol PP

Baca: Terkait Gajah Terkena Jerat, Bupati Rocky Prihatin dan Minta Dinas Terkait Hentikan Pembunuhan Gajah

"Dalam konteks menjaga lingkungan hidup, perlu didorong penerapan ketentuan perkebunan sawit berkelanjutan atau ISPO untuk mendotong integrasi aspek ekologi, jasa lingkungan serta sosial budaya. Disisi lain dukungan bagi upaya bantuan peremajaan sawit rakyat agar kembali produktif meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Haji Uma

Menurut Haji Uma, persoalan sawit semakin bertambah dengan adanya kebijakan negara eropa yang menempatkan sawit sebagai komoditas berisiko tinggi terhadap kerusakan hutan yang kemudian berdampak signifikan bagi anjloknya harga sawit saat ini.

Baca: BREAKINGNEWS - Delapan Siswa di Aceh Barat Tumbang Terhirup Asap Kebakaran Hutan

Haji Uma menjelaskan bahwa dirinya sempat membicarakan perihal kebijakan Uni Eropa terkait sawit dalam suatu kunjungan kerja ke Perancis dan mendapat penjelasan bawa saat ini kebijakan itu sedang dibahas mendalam serta disamping itu pemerintah Indonesia dan Eropa juga tengah dalam perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

Untuk itu, Haji Uma kembali menegaskan bahwa sebaiknya Pemerintah Indonesia lebih fokus bagi peningkatan penerapan sawit berkelanjutan serta menyusun solusi bagi menyelamatkan petani sawit dari dampak serius oleh anjloknya harga jual karena kebijakan pasar global saat ini.

Salah satu upaya menyelamatkan petani dapat dengan pendekatan subsidi kepada petani. Hasil ini dikatakan senator yang ikut terlibat dalam tim UU tentang sawit bersama DPD RI ini muncul setelah proses pertemuan evaluasi dilapangan bersama dinas terkait serta petani sawit di Aceh beberapa waktu lalu.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved