Sheilla Ingin Promosikan Waduk Reklamasi Pusong
Tasya Meisheilla Aditya (16) yang dinobatkan sebagai Inong Aceh 2011, di ajang Pemilihan Duta Wisata, di Banda Aceh
Dara cantik kelahiran Kisaran (Sumatera Utara), 8 Mei 1995, dalam percakapannya melalui telepon dengan Serambi, Sabtu (8/10), mengatakan waduk raksasa yang terletak di Jalan Reklamasi Pusong atau persis di perbatasan Pusong Lama dengan Mongeudong, punya daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dan bisa dijadikan sebagai obyek andalan baru bagi pariwisata Kota Lhokseumawe.
Para pengunjung, selain bisa melihat pemandangan saat pagi maupun menjelang senja hari, juga bisa menikmati wisata kuliner di warung-warung yang berada di sekitar waduk raksasa tersebut. “Selama ini kita kurang menyadarinya bahwa waduk raksasa tersebut memiliki potensi wisata yang cukup menjanjikan dan bisa dijadikan icon baru bagi pariwisata Kota Lhokseumawe,” kata siswi kelas 2/IPA SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe itu.
Di sekitaran waduk bisa dijadikan wisata olahraga jogging pagi maupun sore hari atau menjadi arena untuk bersepeda. Tinggal dikemas, menjadikan sekitar waduk hijau, rindang, dan asri usulnya. Infrastruktur jalan dan transportasi umum menuju ke lokasi yang jaraknya dari Kota Lhokseumawe ke waduk sekitar 2 Km sudah cukup mendukung.
Menurut gadis remaja yang memiliki tinggi tubuh 166 cm dan berat badan 53 kg ini, Lhokseumawe memiliki banyak objek wisata. Cuma selama ini, menurut anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan H Abdul Adid dan Hj Rosliah ini kurang mendapat perhatian dan promosi pemerintah setempat.
Objek wisata lain di Kota Lhokseumawe yang kurang disentuh yaitu, Pantai Ujong Blang, Pulau Semadu di Batuphat Timur, Makam Putroe Neng di Blang Pulo, Rumah Seniman P Ramli di Simpang Ardat, Cunda, dan Gua Jepang di Cot Panggoi. “Saya yakin jika sektor pariwisata ini bisa digarap serius, akan menyumbang pendapatan bagi daerah ini,” ujarnya. (c47)