Opini
APBA 2012 Pertahankan Rekor
PENGESAHAN Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) dari tahun ke tahun, sejak 2005 hingga 2011, selalu terlambat
Hal ini tentunya dapat mengurangi kualitas proyek sebagaimana yang telah direncanakan dan diharapkan. Keterlambatan pengesahan APBA juga akan berdampak pada pembayaran klaim dana JKA kepada Puskesmas dan rumah sakit yang akan berpengaruh pada pelayanan berobat gratis, penyaluran dana BKPG kepada 6.400 desa juga bisa terlambat.
Selain itu juga mempengaruhi bantuan untuk ratusan ribu anak yatim piatu yang selama ini menerima dana bantuan pendidikan dari pemerintah Aceh. Begitu juga penyaluran beasiswa kepada ribuan mahasiswa S1, S2, dan S3 yang sedang belajar di dalam negeri maupun luar negeri.
Terlambatnya pengesahan APBA merupakan potret tidak sinergisnya kinerja dan hubungan antara legislatif dan eksekutif di Aceh. Semestinya pemerintahan sekarang ini bisa belajar dari pengalaman beberapa tahun yang lalu, agar RAPBA dapat dibahas dan disahkan tepat waktu sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.
Tentunya, harapan dari kita semua kiranya agar APBA tahun 2013 lebih cepat dibahas dan tidak molor lagi waktunya, sehingga Aceh tidak lagi menempati urutan pertama yang paling terlambat dalam pengesahan Anggaran. Karena semakin cepat pembahasan APBA, akan semakin baik dalam penyelesaian tahapan pelaksanaan pembangunan yang ada di Aceh. Semoga!
* Penulis adalah Ketua Umum Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) dan Mahasiswa Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.