Sabtu, 13 Juni 2026

KUPI BEUNGOH

Interprofessional Education: Nyata atau Hanya Teori Semata?

Mereka diajarkan pentingnya kolaborasi, komunikasi, dan saling menghargai antarprofesi. 

Tayang:
Editor: Subur Dani
Dok SERAMBINEWS.COM/HO
Ira Zulfia, Mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Syiah Kuala 

Oleh: Ira Zulfia*)

Di tengah berbagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, istilah Interprofessional Education (IPE) semakin sering terdengar di lingkungan pendidikan tenaga kesehatan. 

Konsep ini menawarkan sebuah gagasan yang sederhana namun penting: mahasiswa dari berbagai profesi kesehatan belajar bersama agar kelak mampu bekerja sama dalam memberikan pelayanan kepada pasien. 

Secara teori, konsep ini terdengar sangat masuk akal. 

Baca juga: VIDEO Artis Zaskia Adya Mecca Terjun ke Lokasi Demo, Sediakan Makan dan Minuman Gratis

Namun, ketika dihadapkan pada realitas yang ada, muncul pertanyaan yang menarik untuk direnungkan: apakah IPE benar-benar telah menjadi bagian dari budaya pendidikan dan pelayanan kesehatan, atau hanya menjadi konsep ideal yang lebih sering dibahas daripada diterapkan?

Pertanyaan ini bukan muncul tanpa alasan. Banyak mahasiswa kesehatan mengenal IPE melalui perkuliahan, seminar, atau kegiatan akademik tertentu. 

Mereka diajarkan pentingnya kolaborasi, komunikasi, dan saling menghargai antarprofesi. 

Akan tetapi, ketika memasuki lahan praktik, realitas yang mereka temui terkadang berbeda dengan apa yang dipelajari di kelas. 

Masih ditemukan adanya batas yang cukup jelas antara profesi satu dengan profesi lainnya. 

Masing-masing bekerja sesuai tugasnya, tetapi belum tentu benar-benar memahami sudut pandang profesi lain. Kondisi inilah yang membuat diskusi mengenai IPE tetap relevan hingga saat ini.

Baca juga: Belajar Menulis Hikayat dari Teks Latin, Aslinya Masih Terkunci

Pada dasarnya, pelayanan kesehatan memang tidak bisa dipisahkan dari kerja sama. Pasien tidak datang dengan kebutuhan yang dapat diselesaikan oleh satu profesi saja. 

Seorang pasien stroke, misalnya, memerlukan penanganan medis, perawatan keperawatan, rehabilitasi, pengaturan nutrisi, hingga dukungan psikososial. 

Semua layanan tersebut berasal dari profesi yang berbeda tetapi memiliki tujuan yang sama. Jika salah satu bagian tidak berjalan dengan baik, maka kualitas pelayanan yang diterima pasien juga dapat terpengaruh.

Sayangnya, kolaborasi yang ideal sering kali masih menjadi tantangan di lapangan. Tidak sedikit tenaga kesehatan yang lebih memahami tugas profesinya sendiri dibandingkan memahami kontribusi profesi lain. 

Baca juga: Pentingnya Strategi Pembangunan yang Menempatkan Tata Kelola sebagai Prioritas Utama

Akibatnya, komunikasi menjadi kurang optimal dan koordinasi tidak selalu berjalan sebagaimana mestinya. 
Dalam beberapa situasi, perbedaan pandangan antarprofesi bahkan dapat memengaruhi proses pengambilan keputusan terkait pelayanan pasien. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
VS
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved