Jumat, 12 Juni 2026

Kupi Beungoh

Dayah dan Tantangan Pembinaan Karakter di Era Digital

Sebentar lagi tahun ajaran dimulai. Menjelang tahun ajaran baru, masyarakat saat ini sering kali disuguhi berbagai pemberitaan mengenai dunia pendidi

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
SARKAWI - Sarkawi, Akademisi STAI Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil 

Oleh: Sarkawi *)

Sebentar lagi tahun ajaran dimulai. Menjelang tahun ajaran baru, masyarakat saat ini sering kali disuguhi berbagai pemberitaan mengenai dunia pendidikan, termasuk dayah atau pondok pesantren.

Di antara berita-berita tersebut, tidak sedikit yang bernada negatif. Kemudian menjadi bahan perbincangan luas di tengah masyarakat.

Dalam era digital saat ini, sebuah informasi dapat menyebar dengan sangat cepat, bahkan sebelum masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai suatu peristiwa.

Dalam kajian komunikasi massa, dikenal Teori Jarum Hipodermik (Hypodermic Needle Theory) yang menjelaskan bahwa pesan yang disampaikan media dapat memengaruhi khalayak secara langsung dan kuat, layaknya suntikan yang masuk ke dalam tubuh. 

Meskipun teori ini kemudian mengalami berbagai penyempurnaan, substansinya tetap relevan untuk menjelaskan bagaimana pemberitaan yang dilakukan secara berulang dapat membentuk persepsi publik terhadap suatu isu. 

Ketika masyarakat terus-menerus disuguhi informasi bernada negatif mengenai suatu lembaga atau kelompok tertentu, maka tanpa disadari dapat muncul kecenderungan untuk menganggap informasi tersebut sebagai gambaran keseluruhan kenyataan, meskipun fakta yang sebenarnya jauh lebih kompleks dan beragam.

Baca juga: Al-Washliyah Diminta Perkuat Dukungan bagi Dayah di Aceh

Akibatnya, muncul penilaian yang terkadang terlalu sederhana.

Ketika sebuah kasus terjadi pada satu lembaga pendidikan, sebagian orang kemudian menganggap bahwa seluruh dayah atau pondok pesantren memiliki persoalan yang sama.

Generalisasi semacam ini tentu perlu disikapi secara bijaksana, karena setiap lembaga pendidikan memiliki karakter, sistem pengelolaan, serta kualitas pembinaan yang berbeda-beda.

Di tengah derasnya arus informasi tersebut, para orang tua sesungguhnya sedang menghadapi tantangan yang tidak ringan. 

Keharusan menentukan pilihan pendidikan terbaik bagi anaknya pada saat lingkungan sosial mengalami perubahan yang sangat cepat. 

Perkembangan teknologi informasi, media sosial, pergaulan bebas, lunturnya penghormatan terhadap orang tua dan guru, serta berbagai pengaruh budaya luar telah menghadirkan tantangan baru yang jarang dihadapi generasi sebelumnya dalam skala sebesar sekarang.

Baca juga: Dayah Safinatussalamah Aceh Singkil Lepas 32 Santri, Setelah Kuasai Tiga Keilmuan

Pilihan orang tua hari ini bukan lagi sekadar memilih sekolah yang memiliki gedung megah atau fasilitas yang lengkap. 

Lebih dari itu, orang tua harus mempertimbangkan lingkungan pendidikan yang mampu menjaga, membimbing, dan membentuk karakter anak dalam menghadapi perubahan zaman yang semakin kompleks.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved