Rabu, 10 Juni 2026

Opini

Model Kepemimpinan Ideal

Lahir sebagai yatim dari keluarga yang tak berada, tumbuh dan dibesarkan di tengah-tengah penyembah berhala

Tayang:
Editor: hasyim

Cerdas harus dibarengi dengan jujur dan amanah. Sebab, cerdas tanpa jujur hanya akan melahirkan perampok-perampok jenius yang mampu merampok tanpa ketahuan. Cerdas tanpa amanah hanya akan melahirkan pemimpin mati rasa. Pemimpin yang tidak sensitif dengan jeritan rakyat jelata. Hidup dalam kemewahan di atas air mata dan penderitaan rakyatnya sendiri.

Harus kita akui bahwa pemimpin di negeri kita saat ini miskin integritas. Kemerosotan integritas ini dipicu oleh buruknya model kepemimpinan para pemimpin kita. Sehingga tidak mengherankan jika oposisi di negara kita lebih berwibawa dari incumbent. Maka perayaan maulid nabi ini harus menjadi momentum bagi pemimpin kita untuk berobah.

Tidak gampang memang bagi kita meniru model kepemimpinan nabi. Namun sesungguhnya tidak ada yang mustahil di dunia ini kecuali ada keenggenan untuk berobah. Menjadi pemimpin adalah pilihan paling beresiko. Sebagaimana kata pepatah, the Lauden is Laiden, kekuasaan adalah jalan menuju penderitaan. Namun semua tergantung kita.

Dalam konteks Ke-Aceh-an kita berharap semoga proses Pemilukada yang sudah di depan mata akan menjadi momentum untuk menuju Aceh yang lebih baik. Kita harus selalu memohon kepada Rabb, semoga pemimpin yang terpilih ke depan adalah pemimpin yang baik, pemimpin yang mampu mengembalikan Aceh ke era kejayaan. Semoga!

* Penulis adalah Kordinator Ikatan Penulis Santri Aceh (IPSA).

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved