Kamis, 11 Juni 2026

Opini

Pawang

DALAM tradisi nelayan pukat tradisional Aceh sebelum era 1990-an, ada tiga komponen yang tak dapat dipisahkan satu sama lain, yakni pawang

Tayang:
Editor: bakri

Di atas perahu, pawang mulai melempar bakul ikan agar secepatnya diisi oleh ngon pukat untuk kemudian dinaikkan ke perahu. Tidak ada yang tersisa atau menyarankan agar menyisakan bagian awak teumarek.

Perlahan-lahan perahu pukat mulai meninggalkan bibir pantai menuju samudera luas diikuti tatapan hampa awak teumarek.

Beberapa meter dari sana awak teumarek tuha memungut ikan teri dan aneuk ciriek  yang luput dari perhatian pawang dan ngon pukat-nya sambil berbisik: Jangan khawatir pawang, toh saat jadwal berlabuh kembali tiba, anda belum tentu mencalonkan diri sebagai pawang. Atau kalaupun anda mendaftar sebagai calon, pasang wajah baru, janji baru dan slogan baru, kami awak teumarek pasti tetap setia membantu. Naaa pawang!

*  Azhari AR, Keurani Gampong Jangka Alue U, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved