Rabu, 10 Juni 2026

Teror Bom

Stasiun Elpiji Tambah Satpam

Pascainsiden pelemparan tiga bom molotov oleh orang yang belum teridentifikasi, Senin (14/5) malam, pihak Stasion Pengangkutan

Tayang:
Editor: bakri
LHOKSEUMAWE - Pascainsiden pelemparan tiga bom molotov oleh orang yang belum teridentifikasi, Senin (14/5) malam, pihak Stasion Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE) PT Kuta Lhokseumawe Gas di Dusun Blang Raya, Desa Cot Girek Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe SPBBE langsung memperketat pengamanan di tempat itu. Salah satu dengan menambah seorang tenaga satuan pengamanan (satpam) di SPPBE tersebut.

Di samping itu, SPPBE tersebut sekarang telah mendapat pengawasan rutin dari kepolisian. Sementara aktivitas di stasiun elpiji itu sudah normal kembali sejak Selasa (15/5) pagi, karena tidak ada kerusakan yang berarti akibat insiden itu. Sedangkan polisi terus menyelidiki motif dan pelaku pelemparan molotov tersebut.

“Dulunya SPPBE kami dijaga dua satpam, tapi kini kita tambah satu orang sehingga menjadi tiga orang. Begitu juga jadwal satpam yang piket untuk mengontrol ke sekeliling SPBBE kita perbanyak,” jelas Manajer Umum SPPBE PT Kuta Lhokseumawe Gas, Adnan N Yusuf, kepada Serambi, Kamis (17/5). Ditambahkan, kini SPBBE itu juga mendapat  pengawalan dari polisi yang melakukan patroli rutin.

Seperti diberitakan sebelumnya, SPPBE PT Kuta Lhokseumawe Gas di Desa Cot Girek Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Senin (14/5) sekitar pukul 19.30 WIB dilempari tiga bom molotov. Dari tiga bom itu itu, hanya dua yang meledak dan sempat memunculkan api. Namun, petugas setempat berhasil memadamkan api tersebut sebelum merambat ke tempat lain.(bah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved