Teror Bom
Stasiun Elpiji Tambah Satpam
Pascainsiden pelemparan tiga bom molotov oleh orang yang belum teridentifikasi, Senin (14/5) malam, pihak Stasion Pengangkutan
Di samping itu, SPPBE tersebut sekarang telah mendapat pengawasan rutin dari kepolisian. Sementara aktivitas di stasiun elpiji itu sudah normal kembali sejak Selasa (15/5) pagi, karena tidak ada kerusakan yang berarti akibat insiden itu. Sedangkan polisi terus menyelidiki motif dan pelaku pelemparan molotov tersebut.
“Dulunya SPPBE kami dijaga dua satpam, tapi kini kita tambah satu orang sehingga menjadi tiga orang. Begitu juga jadwal satpam yang piket untuk mengontrol ke sekeliling SPBBE kita perbanyak,” jelas Manajer Umum SPPBE PT Kuta Lhokseumawe Gas, Adnan N Yusuf, kepada Serambi, Kamis (17/5). Ditambahkan, kini SPBBE itu juga mendapat pengawalan dari polisi yang melakukan patroli rutin.
Seperti diberitakan sebelumnya, SPPBE PT Kuta Lhokseumawe Gas di Desa Cot Girek Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Senin (14/5) sekitar pukul 19.30 WIB dilempari tiga bom molotov. Dari tiga bom itu itu, hanya dua yang meledak dan sempat memunculkan api. Namun, petugas setempat berhasil memadamkan api tersebut sebelum merambat ke tempat lain.(bah)