Opini
Israk Mikraj dan Perubahan Sosial
MOMENTUM peringatan Israk dan Mikraj Nabi Muhammad SAW tiap tanggal 27 Rajab sudah banyak diperingati oleh kaum Muslim
Mereka mengabaikan makna salam, melupakan rahasia al-Fatihah, mengacuhkan filosofi rukuk dan sujud, dan menganggap shalat sebagai sebuah gerak badan semata. Hendaknya shalat bisa dijadikan sebagai ajang dialog kepada Allah dalam proses perubahan individu kearah yang lebih baik. Agar ketika perubahan pribadi terwujud bisa berdampak baik pula pada sosial masyarakat.
Dan momentum peringatan Israk Mikraj tahun ini hendaknya tidak hanya sebagai ajang ritual biasa, namun dapat kita refleksikan supaya bisa menangkap ibrah di balik mukjizat Allah kepada Nabi kita Muhammad SAW.
* Yuli Afriyandi, Mahasiswa Magister Studi Islam, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Email: yuliafriyandi@yahoo.com