KAI
Marhaban Ya Ramadhan
Bersama ini saya menanyakan sedikit tentang keutamaan bulan Ramadhan yang disebut-sebut sebagai penghulu semua bulan
Diasuh Oleh Prof. Dr. H. Tgk. Muslim Ibrahim, MA.
Pertanyaan:
Teungku Pengasuh KAI yth.
Assalamualaikum Wr. Wb.
Bersama ini saya menanyakan sedikit tentang keutamaan bulan Ramadhan yang disebut-sebut sebagai penghulu semua bulan. Demikian, atas jawaban Teungku saya ucapkan banyak terima kasih.
Nurdin Yazid
Aceh Timur
Jawaban:
Sdr Nurdin Yazid yth.
Waalaikumus Salam Wr. Wb.
Pertanyaan saudara memang amat singkat tapi juga amat penting untuk dimaklumi, dipahami, dihayati dan diamalkan. Untuk lebih meyakinkan, marilah kita renungi firman Allah ataupun sabda Rasulullah saw.
Di antara firman Allah menyangkut Ramadhan adalah: Dalam bulan Ramadhan diturunkan Alquran, yang Alquran itu sendiri adalah hudan, petunjuk bagi umat manusia, baiyinat minalhuda, penjelasan bagi semua petunjuk, dan furqan, pembeda antara kebenaran dengan kebathilan. Bayangkan seandainya Alquran tidak diturunkan jadilah kita semua hidup dalam kesesasatan, kezaliman dan penuh dengan kejahatan di dunia dan akhirat. Dan amat banyak lagi ayat ayat yang menyangkut dengan itu.
Saudara, beberapa hari sebelum berakhirnya bulan Syakban tahun ke-2 Hijrah Nabi ke Madinah, turunlah ayat yang mewajibkan puasa pada bulan Ramadhan, yaitu: Wahai orang orang yang beriman diwajibkan ke atasmu berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada umat umat sebelum kamu, agar kamu dapat menjadi orang yang bertakwa. Maka selepas shalat shalat ‘Ashar setelah turun ayat, Rasulullah saw berpidato:
Setelah mengucapkan hamdalah dan sebagainya, beliau mengatakan:
Ayyuhannaas! Sayazhillukum Syahrun ‘Azdimun Mubaarak. “Wahai manusia! Kini telah dekat kepada kalian satu bulan agung, bulan yang sarat dengan berkah. Bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Inilah bulan yang Allah telah menetapkan puasa pada siang harinya sebagai suatu kewajiban dan shalat (sunnah) pada malam harinya sebagai shalat sunnah. Barang siapa ingin mendekatkan diri kepada Allah pada bulan ini dengan suatu amal sunnah, maka pahalanya sama dengan ia melakukan amal yang wajib pada bulan-bulan lain. Dan, barang siapa melakukan amal wajib pada bulan ini, maka dia akan dibalas dengan pahala melakukan tujuh puluh amal wajib pada bulan-bulan lain. Inilah bulan kesabaran dan imbalan atas kesabaran adalah surga. Inilah bulan peduli dan simpati terhadap sesama. Pada bulan inilah rezeki orang-orang yang beriman ditingkatkan. Barang siapa memberi makan (untuk berbuka puasa) kepada orang-orang yang berpuasa, maka dia mendapatkan balasan keampunan atas dosa-dosanya dan pembebasan dari Neraka Jahanam. Selain itu, dia juga memperoleh ganjaran yang sama sebagaimana ganjaran yang dikaruniakan atas orang yang berpuasa tersebut, tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang yang berpuasa itu.”
Sejenak Rasulullah saw. berhenti berpidato. Tiba-tiba, seseorang di antara-mereka mengeluh kepada beliau: “Wahai Rasul! Tidak semua di antara kami memiliki sesuatu yang bisa diberikan kepada orang yang sedang berpuasa untuk berbuka.”
“Allah akan mengaruniakan balasan ini kepada seseorang yang memberi buka walau hanya dengan sebiji kurma, atau seteguk air, atau seisap susu.lnilah bulan yang pada sepuluh hari pertamanya Allah menurunkan rahmat, sepuluh hari pertengahannya Allah memberikan ampunan, dan sepuluh hari yang terakhir Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari Neraka Jahanam.
Barang siapa yang meringankan beban hamba sahayanya pada bulan ini, maka Allah swt akan mengampuninya dan membebaskannya dari neraka. Perbanyaklah di bulan ini empat hal. Dua hal bisa mendatangkan keridhaan Tuhan, dan yang dua lagi kalian pasti memerlukannya. Dua hal yang mendatangkan keridhaan Allah ialah hendaknya kalian mengucapkan syahadat (persaksian bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah) dan istighfar (permohonan ampun kepada-Nya) sebanyak-banyaknya. Sedangkan dua hal yang kalian pasti memerlukannya ialah hendaknya kalian memohon kepada-Nya untuk masuk surga dan berlindung kepada-Nya dari Neraka Jahanam. Dan, barang siapa yang memberi minum kepada orang yang berpuasa (untuk berbuka), maka Allah akan memberinya minuman dari tela-
gaku yang dengan sekali teguk saja, dia tak akan pernah kehausan lagi hingga dia memasuki surga.”
Pidato Nabi tersebut dapat dianggap sebagai pidato menyongsong alias menyambut Ramadhan. Ya, Kita pun memang biasa melakukan acara ceramah menyambut Ramadhan yang terkadang kita sekaliguskan dengan pringatan Israk Mikraj, Buru-at Nishfu Syakban dan menyambut Sayyidusy-syuhur, penghulu semua bulan. Biasanya dalam acara ini penceramah menguraikan keutamaan bulan Ramadhan, atara lain dengan menguraikan sabda Rasulullah saw sbb.:
Umatku telah dikaruniakan lima keistimewaan yang belum pernah diberikan kepada umat lain sebelum mereka: (1) Bau mulut orang berpuasa disisi Allah lebih harum dari bau kesturi. (2) Semua makhluk termasuk ikan paus di lautanpun memohon keampunan bagi mereka yang berpuasa. (3) Allah menghiasi surga setiap hari kemudian berfirman: Sebentar lagi hamba-hambaKu yang saleh, berpuasa akan menempatimu. (4) Setan-setan yang jahat akan dibelenggu supaya tidak dapat bebas menggoda sebagaimana yang biasa dilakukan di luar bulan Ramadhan. (5) Pada malam terakhir Ramadhan orang yang berpuasa akan diampuni dosa-dosanya. Lalu ada orang yang bertanya: Apakah itu Lailatur Qadar, Ya Rasulullah? Beliau menjawab: Bukan. Tetapi itu adalah selayaknya seseorang yang bekerja diberikan upah apabila telah sempurna menyelesaikan pekerjaannya (HR. Imam Ahmad, dari Abu Hurairah).