Rabu, 10 Juni 2026

Liputan Idul Fitri 1433H

GISA Imbau Warga tak Main Mercon dan Karbit

GISA juga mengimbau masyarakat Pidie untuk menghindari kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat,

Tayang:
GISA Imbau Warga tak Main Mercon dan Karbit - LOGO_GISA_copy.jpg
LOGO GISA
Laporan Zainal Arifin | Pidie


SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH
– Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Intelektual Se-Aceh (GISA) mengimbau umat Islam di Aceh untuk mengindari kegiatan hura-hura, seperti main petasan dan perang-perangan, di malam Hari Raya Idul Fitri. Warga harus menyemarakkan malam-malam Hari Raya Idul Fitri dengan bertakbir dan kegiatan lainnya yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Imbauan ini disampaikan DPW GISA Pidie dalam surat yang ditujukan kepada keuchik (kepala desa), tokoh pemuda, dan jajaran KPA/PA dalam Sagoe Delima, Indrajaya, dan Pidie. Surat yang dikeluarkan di Sigli, tanggal 14 Agustus 2012 ini, ditantangani oleh Tgk Muhammad Yusuf SPdI (Ketua Umum), Tgk Asyraf SPdI (Sekretaris Umum) dan turut mengetahui Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GISA Aceh, Tgk Mukhtar Syafari Husin.

Dalam surat yang diterima Serambinews.com melalui layanan surat elektronik (email), Kamis (14/08/2012), disebutkan, surat ini turut ditembuskan kepada  DPW PA/KPA Kab. Pidie di Sigli, DPA PA/KPA di Banda Aceh, Kapolres Pidie, Bupati Pidie, dan Kepala Pemerintah Aceh. Turut pula disertai catatan kepada warga untuk memperbanyak surat imbauan ini.

GISA Pidie menyebutkan, surat imbauan ini dikeluarkan sehubungan dengan akan berakhirnya bulan suci Ramadhan serta masuknya 1 Syawal 1433 H dan menindaklanjuti seruan yang disampaikan oleh Kepala Pemerintahan Aceh, Dr. H. Zaini Abdullah menjelang pelaksanaan Shalat Istisqa’ (shalat minta hujan) di Banda Aceh pada tanggal 11 Agustus 2012.

”Kami mengimbau kepada masyarakat dan para pemuda agar menyemarakkan malam-malam Hari Raya Idul Fitri dengan bertakbir dan kegiatan lainnya yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Serta menghindari kegiatan yang dibencian Allah yang akan mendatangkan bencana seperti musim kemarau beberapa bulan belakangan ini.”

Dalam poin selanjutnya, GISA juga mengimbau masyarakat Pidie untuk menghindari kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat, seperti bakar mercon, bakar meriam bambu dan bakar karbit karena mudharat yang sangat besar.

”Kalau hal ini (persiapan perang meriam bambu dan karbit) sudah terlanjur dipersiapkan, supaya kegiatan tersebut dapat ditunda malam ke dua Hari Raya dan tidak membakar meriam karbit karena keluhan yang besar dari masyarakat. Besar harapan kami kepada geuchik, tokoh pemuda, dan jajaran KPA/PA, kami harapkan agar bekerja sama untuk menertibkan kegiatan tersebut, supaya masyarakat Aceh sejahtera, tentram, dan bermartabat dalam lindungan Allah Swt sebagaimana yang sedang diperjuangkan Pemerintahan Aceh,” demikian isi surat imbauan dari GISA Pidie.

Tak lupa, mereka juga mengucapkan terima kasih kepada pemuda Kemukiman Reubee, Bambong, Beuah, dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Delima, Indrajaya, Pidie, dan Mila, yang telah meninggalkan tradisi bakar karbit dan meriam bambu.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved