Pilkada Aceh Selatan
Aceh Selatan Masuki Masa Tenang
Debat kandidat terbuka yang dilaksanakan KIP Aceh Selatan di Gedung DPRK Selasa (22/1) kemarin, menjadi akhir dari tahapan
TAPAKTUAN - Debat kandidat terbuka yang dilaksanakan KIP Aceh Selatan di Gedung DPRK Selasa (22/1) kemarin, menjadi akhir dari tahapan masa kampanye Pilkada Bupati Wakil Bupati Aceh Selatan 2013. Mulai Rabu (23/1) hari ini Pilkada Aceh Selatan memasuki masa tenang. Sementara pemungutan suara akan berlangsung, Sabtu tanggal 26 Januari 2013.
Debat kandidat terbuka yang diikuti seluruh (enam pasangan) calon bupati/wakil bupati Aceh Selatan periode 2013-2018 berlangsung semarak. Debat dipandu oleh Yarmen Dinamika (Redaktur Pelaksana Harian Serambi Indonesia) dan disiarkan langsung melalui stasiun TVRI dan RRI.
Pihak KIP menyatakan, kegiatan ini sebagai bentuk penajaman visi dan misi serta program masing-masing pasangan calon. Untuk memaksimalkan tujuan itu, KIP menghadirkan tiga panelis yang berlatar belakang akademisi dari kampus terkemuka di Aceh, yakni Saifuddin Bantasyam, Sofyan, dan Prof Misti A Musin.
Pantauan Serambi, debat yang dimulai pada pukul 15.00 WIB setelah mendapat penjagaan ketat dari aparat keamanan. Sebelum acara dimulai, terlebih dahulu digelar gladi bersih. Setiap kandidat, timses, serta undangan, diperiksa dengan menggunakan metal detector (alat pendeteksi logam), oleh personel Polres Aceh Selatan dan Brimob Polda Aceh.
Debat turut dihadiri Bupati Aceh Selatan, Tgk Husin Yusuf, Ketua DPRK Aceh Selatan, Safiron bersama sejumlah anggota dewan lainnya, Kapolres Aceh Selatan, AKBP Sigit Jatmiko SH SIK, Dandim 0107/Aceh Selatan, Ketua KIP Aceh Selatan, Lian Azwin SE bersama tiga komisionernya.
Dalam debat kandidat yang dipandu oleh Yarmen Dinamika itu, para kandidat terlihat bersemangat menyampaikan visi dan misi, serta program-program prorakyatnya dalam rangka menarik simpatisan dan dukungan dari masyarakat. Saat debat berlangsung suasana Gedung DPRK Aceh Selatan terdengar gaduh dengan teriakan para pendukung yang memberikan semangat saat pasangan jagoannya selesai menjawab pertanyaan dari panelis.
Secara umum, debat kandidat berlangsung lancar tanpa insiden berarti. Hanya saja, setelah debat usai dua kelompok pendukung kandidat berbeda terlibat ketegangan di luar ruangan. Namun ketegangan disertai perang kata-kata antardua kelompok itu tidak berlangsung lama dan tidak sampai berimbas pada perkelahian fisik. Aparat kepolisian yang bersiaga di sekitar lokasi bertindak cepat memisahkan kedua kelompok tersebut.
Meski tak sampai bentrok, polisi tetap mengawasi kedua kelompok pendukung itu, bahkan sampai mereka berada di posko masing-masing. Hingga berita ini diturunkan malam tadi, suasana di posko pemenangan dua pasangan tersebut terlihat aman dan terkendali.(tz)