Opini
‘Pencundang’ Syariat
MARKAS WH Langsa Diserang Sekelompok ABG Mabuk, demikian tajuk sebuah berita yang dilansir oleh satu situs
Minim pengetahuan
Diakui ataupun tidak, aksi penyerangan markas WH oleh segerombolan pemuda di Langsa merupakan sebuah sinyal akan lemahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk menerima penerapan syariat Islam di Aceh. Rendahnya kesadaran tersebut tentunya disebabkan oleh minimnya pengetahuan mereka tentang Islam. Aksi-aksi anarkhis yang dipraktikkan oleh para penentang syariat Islam di Aceh seperti kasus Langsa, pada prinsipnya merupakan konsekwensi logis yang muncul akibat keroposnya pemahaman agama yang mereka miliki.
Bercermin dari kasus Langsa tersebut yang melibatkan para pemuda berusia tanggung, sudah semestinya setiap orang tua menaruh perhatian terhadap perkembangan keagamaan anaknya. Kepedulian orang tua terhadap perkembangan agama anak merupakan modal utama untuk menyukseskan penerapan syariat Islam di Aceh. Seorang ayah adalah pemimpin bagi istri dan anak-anaknya. Ingat setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak. Jangan sampai anak-anak kita menjadi pecundang syariat! Wallahu A’lam.
* Khairil Miswar, Alumnus IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, dan mantan Santri di Dayah Darussa’dah Cabang Cot Bada, Bireuen. Email: abisameer@yahoo.com