Kamis, 11 Juni 2026

Opini

Ekonomi Biru dan Laut Aceh

SETELAH pada November 2013, Pemerintah Pusat menyetujui wilayah ekplorasi dan ekploitasi Minyak dan Gas

Tayang:
Editor: bakri

 Isu dunia
Isu dunia yang terus dihembuskan dan menjadi perbincangan, salah satunya adalah persoalan ketahanan pangan, di samping perubahan iklim dan penanganan kelompok rentan terhadap berbagai pengaruh perubahan dunia hari ini. Ketahanan pangan mencakup semua aspek yang dapat memberikan kontribusi bagi pemenuhan kebutuhan pangan dan peningkatan pendapat dan pertumbuhan ekonomi, termasuk laut salah satunya.

Faktor tersebut didasarkan pada besarnya potensi kelautan yang masih dapat diolah yang dapat mendorong mengikis kemiskinan dan membagi kesejahteraan pada 2,7 juta keluarga nelayan yang tinggal di pesisir yang menggantungkan pemenuhan kebutuhan ekonomi sepenuhnya dari laut.

Persoalan yang melingkupi persoalan perikanan adalah tingkat kemiskinan dan belum optimalnya pemanfaatan hasil olahan laut bagi peningkatan kesejahteraan nelayan tradisional yang hanya bertumpu pada hasil tangkapan dan olahan ikan berorientasi tradisional dan masih ‘menyumbang’ kerusakan lingkungan melalui penggunaan bahan peledak dan racun dalam usaha penangkapan ikannya.

Dan prioritas yang harus didorong adalah tidak saja berpatokan pada efisiensi dan efektifitas pengelolaan perikanan dan kelautan, namun juga harus menjawab tantangan kedaulatan perikanan dan kelautan serta memperkuat industri perikanan. Dalam perspektif yang penuh harapan, BM Lukita Grahadyarini menyebutkan sebuah terobosan lebih mendasar dinantikan, lebih dari sekadar wacana ekonomi biru. Perubahan yang mendukung keadilan perikanan, kedaulatan pangan, dan kesejahteraan nelayan.

* Hanif Sofyan, Freelance writer, tinggal di Tanjung Selamat, Aceh Besar. Email: acehdigest@gmail.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved