Sabtu, 9 Mei 2026

Klinik Alternatif Jadi Pilihan

PENGOBATAN alternatif atau ramuan herbal tampaknya masih menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia modern

Tayang:
Editor: bakri

PENGOBATAN alternatif atau ramuan herbal tampaknya masih menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia modern. Meskipun perkembangan teknologi alat medis terus berinovasi, namun minat masyarakat untuk mencoba pengobatan alternatif masih terbilang besar.

Serambi yang mencoba menelusuri beberapa klinik pengobatan alternatif di Banda Aceh menemukan sejumlah titik pengobatan alternatif masih bertahan hidup, dan kerap dikunjungi pasien. Meskipun tidak seperti layanan pengobatan gratis di rumah sakit yang diburu pasien, namun minat masyarakat memilih pengobatan tradisional tetap saja ada.

“Jumlahnya relatif. Kalau dibandingkan sekitar 40 persen masyarakat masih memilih pengobatan alternatif,” kata Adi Putra, tabib dari Klinik Alternatif Pusaka Alam yang ditemui Serambi di Banda Aceh, Jumat 28 Februari 2014.

Klinik yang beralamat Jalan Terminal Batoh, Banda Aceh ini menawarkan berbagai pilihan pengobatan. Mulai dari sakit reumatik hingga lambung.

Tidak hanya di Banda Aceh, Pusaka Alam juga membuka dua cabang lainnya di Sigli dan Seulimum, Aceh Besar. Adi sudah menekuni pengobatan alternatif ini turun temurun dari orang tua dan memperdalamnya dengan ikut berbagai pelatihan di Pulau Jawa. Menurut Adi, pasien yang datang berobat berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari kalangan bawah sampai menengah atas.

Pengobatan alternatif bisa dilbilang memiliki akses lebih mudah bagi pasien yang berobat. Di Pusaka Alam, pasien cukup membayar pendaftaran Rp 10 ribu. “Kalau ramuan satu paket untuk 15 hari bisa mencapai Rp 300 ribu, tergantung dari jenis penyakit dan komplikasinya,” ujar Adi. Keuntungan lainnya, pengobatan alternatif menggunakan ramuan herbal tidak beresiko bagi organ tubuh. Bila dibandingkan dengan obat kimia, risikonya lebih besar. Selain itu, kata Adi, pengobatan menggunakan herbal juga lebih mengedepankan penyembuhan permanen. “Kalau memakai obat kimia, mungkin hanya menghilangkan rasa sakit, tapi tidak menyembuhkan secara permanen,” ujarnya.

Serambi juga mendatangi Klinik Pengobatan Herbal Ayurverdic Treatment di kawasan Punge Jurong, Kecamatan Meuraxa. Klinik ini juga menawarkan sejumlah alternatif pengobatan. Terutama untuk keluhan mata, tulang, ambien dan lambung. Tabib di klinik itu, Mr Sarjit mengatakan selain di Aceh Ayurverdic Treatment juga terdapat di beberapa kota besar di Indonesia.

“Klinik pengobatan ini sudah ada sejak nenek moyang kami, dan saya meneruskannya,” kata Sarjit yang keturunan India namun fasih berbahasa Indonesia. Menurut Sarjit, pihaknya menawarkan alternatif pengobatan tanpa operasi.

“Pasien langsung bisa datang dan kita periksa. Pengobatannya sampai sembuh. Kalau yang sakitnya sudah kronis butuh waktu 3-4 bulan untuk sembuh. Pelan tapi pasti,” ujar lelaki ini yang sudah 14 tahun menjadi tabib.

Abdul Hadi (27), seorang mantan pasien Ayurverdic Treatment yang ditemui Serambi mengakui kini tidak lagi merasakan sakit. Keluhan ambien yang dideritanya sembuh total setelah ikut terapi dan mengonsumsi ramuan herbal di klinik itu. “Sekarang sudah normal, tidak kambuh lagi,” ujar pemuda asal Langsa ini.

Pengakuan Abdul Hadi ini setidaknya menjadi bukti bila pengobatan alternatif masih menjadi pilihan masyarakat di tengah terpaan teknologi dan kemajuan dunia kedokteran saat ini.(*)

Tags
RSUZA
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved