Realisasi Fisik 55 Persen
Jika berbagai target yang telah disusun tercapai, maka pada Desember mendatang PT Waskita Karya bisa
Jika berbagai target yang telah disusun tercapai, maka pada Desember mendatang PT Waskita Karya bisa menarik uang hingga Rp 315 miliar untuk beberapa bagian pekerjaan yang telah dikerjakan. Uang tersebut, antara lain, untuk pekerjaan pembangunan 12 unit payung putih elektrik berukuran besar yang terletak di kanan-kiri dan depan halaman masjid. Dengan adanya payung tersebut, daya tampung jamaah meningkat dari 7.000 menjadi 13.000 orang.
Kemudian untuk pembangunan tempat berwuduk laki-laki dan perempuan, masing-masing dua blok di bawah tanah. Sebanyak 288 titik keran akan dipasang. Ada pula ruang tempat wuduk untuk penyandang cacat (disabilitas).
Sementara ruang parkir bawah tanah bisa menampung 347 unit sepeda motor dan 254 unit mobil pribadi. Ada delapan tangga dan empat ekskalator menuju lapangan parkir basement (bawah tanah).
Selain itu, juga ada pembangunan 13.000 m2 ruang hijau dan 33 pohon kurma. Adanya kurma akan semakin memperindah masjid kebanggaan rakyat Aceh tersebut.
Project Manager PT Waskita Karya, Ir Munir Muslih kepada Serambi, Jumat (21/10) pekan lalu mengatakan, realisasi proyek landscape perluasan taman MRB itu sudah mencapai 55 persen. Dirincikan, bagian yang telah selesai dikerjakan 100 persen, antara lain, pembangunan lapangan parkir bawah tanah. Saat ini tinggal pembersihan lantai parkir saja dari sisa tumpukan pasir dan batu kecil.
Sedangkan tempat wuduk yang berada di lantai bawah tanah, sedang dipasang batu marmer. Pekerjaan ini diharapkan tuntas pada akhir Desember 2016. “Sehingga bulan Januari atau awal Februari 2017, insya Allah semua fasilitas yang berada di lantai dasar masjid sudah bisa digunakan, termasuk pemasangan ekskalator empat unit menuju ke lantai dasar,” kata Munir, didampingi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Proyek Landscape Masjid Raya Baiturrahman dari Dinas Cipta Karya Aceh, Ir Mirzuan.
Dijelaskan, dari 12 unit payung yang akan dipasang di kanan-kiri dan depan halaman masjid, tiga unit rangka payungnya sudah dipasang di sebelah kanan masjid.
Semua rangka payung yang diimpor dari Jerman itu, kata Munir, sudah berada di workshop PT Waskita Karya di Jakarta. Ke-12 unit payung itu, sebelum dibawa ke Banda Aceh untuk pemasangan di lokasi kanan-kiri dan depan masjid, diuji coba lebih dulu di workshop Waskita Karya di Jakarta. Kalau sudah lulus uji coba, barulah dibawa ke Aceh.
Saat ini, ada dua unit rangka payung lagi yang sedang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Banda Aceh. Diperkirakan akan tiba 2 November 2016. “Mesin untuk penggerak ke-12 unit payung putih besar itu sudah tiba dan kini sedang dalam pemasangan instalasi jaringannya,” tutur Munir.
Sambil menunggu rangka payung tiba, pekerjaan pemasangan batu marmer untuk halaman lantai depan dan kanan-kiri masjid terus dilakukan. Ada sekitar 40 kontainer batu marmar impor yang akan dibawa ke Banda Aceh. Dari jumlah tersebut, sepuluh kontainer sudah tiba.
Malah kini sedang dalam tahap pemotongan dan pemasangan di beberapa bagian lantai dasar dan lantai atas masjid. Misalnya, pada bagian lorong bawah masjid dan bagian halaman depan serta kanan-kiri masjid. Tapi, realisasi pemasangan batu marmer MRB masih rendah, baru sekitar 25 persen.
Munir mengatakan, semua pekerjaan landscape dan peningkatan fasilitas infrastruktur MRB, termasuk pembangunan ruang hijau dan pagar, diperkirakan akan diselesaikan paling cepat bulan Maret dan paling lambat akhir Juni 2016.
Munir yakin fasilitas yang sedang dibangun itu sudah bisa dinikmati tahun depan, khususnya pada saat acara Pekan Nasional Kontak Tani dan Nelayan Andalan (Penas KTNA) yang akan dibuka Presiden Jokowi di Banda Aceh, Mei 2017. Peserta Penas tersebut diperkirakan mencapai 50.000 orang, datang dari 33 provinsi di Indonesia.
Setelah seluruh pekerjaan nanti selesai 100 persen, kata Munir, pihaknya masih merawat fasilitas yang dikerjakan saat ini sampai tiga tahun lamanya. Setelah itu, akan menjadi kewajiban Pemerintah Aceh untuk memeliharanya. “Sistem kontrak kerja seperti ini, jarang terjadi di Indonesia,” kata dia.
Munir mengaku, pembangunan berbagai fasilitas di kompleks MRB ini merupakan karya pertama PT Waskita Karya di Indonesia. Munir bahkan menambahkan, beberapa negara akan meniru MRB ini, seperti Malaysia. Pemerintah negeri jiran tersebut sudah membuat program pembangunan masjid agung seperti yang dilakukan Pemerintah Aceh.
“Semoga saja proyek landscape dan peningkatan fasilitas infrastruktur Masjid Raya Baiturrahman ini menjadi model bagi masjid raya lainnya di Indonesia, Asia Tenggara, bahkan dunia,” Munir berharap.(her)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/masjid-raya-baiturrahman-dari-atas_20161028_094750.jpg)