Opini
Gradualisasi Politik Aceh
PERJALANAN reformasi Indonesia sudah berlangsung lebih kurang 15 tahun yang ditandai dengan lengsernya Soeharto
Penyelenggaraan Pemilu yang jujur akan menjadi satu tolok ukur bagi pelaksanaan proses demokratisasi di Aceh. Namun demikian usaha politik akan sukar dijalankan bila partai politik atau kontestan itu sendiri dalam pemilu nanti tidak bermain dengan baik. Kemudian siapa pun yang akan menjadi pemenang dalam Pemilu nanti proses politisasi sebaiknya jangan dibatasi menjadi milik satu-satu kubu ideologis, sehingga setiap kita memungkinkan untuk menemukan dan menerapkan prinsip dan mekanisme politik.
Cara pandang di atas tampaknya lebih tepat digunakan dalam rangka mengembangkan politik gradual di Aceh. Namun yang sangat penting dalam proses ini adalah proses kreatif dan sungguh-sungguh membangun hubungan politik, sosial, dan ekonomi yang baik. Artinya, konsepsi politik tersebut tidak digunakan sebagai bungkus atau pembenar bagi pola-pola hubungan ekonomi, politik dan sosial yang radikal, oligarkis atau otoriter. Sehingga proses politik gradual dan terukur diharapkan dapat membawa Aceh ke arah yang lebih dinamis dan inovatif. Insya Allah!
* Dr. H. Munawar A. Djalil, MA, Alumnus Islamic Political Science Universitas Malaya, Malaysia, dan sat ini sebagai Kabid Hukum Dinas Syariat Islam Aceh. Email: aburiszatih@yahoo.co.id