Duel Persip Pase-Batam Rusuh
Partai tuan rumah PS Batam melawan Persip Pase, Aceh Utara dalam pertandingan lanjutan di Grup I Regional
LHOKSEUMAWE - Partai tuan rumah PS Batam melawan Persip Pase, Aceh Utara dalam pertandingan lanjutan di Grup I Regional Sumbagut Liga Nusantara di Stadion Citra Mas, petang kemarin, berakhir rusuh, di menit 83. Kala itu, Persip Pase tertinggal 0-1.
Insiden itu terjadi tujuh menit waktu normal akan tuntas. Saat itu, pemain Persip Pase, Mulyadi sedang mengiring si kulit bundar. Tapi pemain tuan rumah melakukan tekel keras. Sehingga memicu emosi dua tim. Lapangan pun berubah menjadi ring tinju. Kejar-mengejar antar pemain terjadi, dan aksi tawuran tak dapat dipisahkan.
Melihat kondisi itu, wasit bersama dengan dua asisten langsung lari untuk masuk ke ruang ganti. Melihat itu, ofisial Persip Pase serta masyarakat Aceh yang memadati tribun ikut juga mengejar dari sang pengadil. Akibatnya, perkelahian menjelang Shalat Maqrib pun kian meluas. Pemain cadangan yang sebelumnya berada di bench, kini juga turun untuk tawuran.
Sekretaris Persip Pase, Marhaban kepada Serambi melaporkan, tarung kedua kesebelasan berlangsung dalam tempo tinggi. Terlebih, Persip Pase langsung kebobolan di menit ketiga berkat gol Adrian. Pasukan Maklan tak tinggal diam untuk meresponnya. Mahdi Sinegal cs bangkit menyusun kekuatan guna mengejar ketinggalan.
Rupanya, perangkat pertandingkan lebih berpihak kepada kubu Batam. Ketika anak-anak Pase melakukan serangan, tanpa komando asisten wasit langsung mengangkat bendera tanda off-side. Taktik tersebut sangat efektif untuk membuat anak-anak Persip frustasi. Meskipun sudah diprotes, wasit sama sekali tak menghiraukannya.
Pada sisi lain, pelanggaran keras diperagakan pemain tuan rumah untuk menghentikan laju anak-anak Pase. Namun, sebaliknya Batam melakukan tekel berbahaya, sang pengadil sama sekali tidak akan membuat hukuman sebagai pelanggaran. Tentu saja kondisi membuat Mahdi Sinegal dkk berulangkali protes.
“Kita mengecam kepemimpinan wasit. “Kita tetap melakukan protes. Namun karena tidak ada kesimpulan, maka para pemain dan ofisial pilih meninggalkan lapangan,” ulas Marhaban via telepon, tadi malam.
Sementara Ketua Umum Persip Pase, M Dahlan mengakui tersulutnya emosi mereka karena kepemimpinan wasit tak adil. “Kami tidak ada bermasalah dengan pemain, tapi yang kami protes terhadap wasit yang memimpin pertandingan,” tegas Maklan, sapaan akrab M Dahlan.
Dia juga mengakui, saat di lapangan langsung mengajukan protes ke pihak Inspektur Pertandingan (IP). “Jadi kita harap pihak PSSI bisa mengambil keputusan agar pertandingan bisa diulang, dan dipimpin wasit lain,” tegasnya.
Sementara di partai kedua, Persitas Takengon, Aceh Tengah, kembali kalah 2-3 dari Patriot Medan. Kemenangan ini membuat skuad Patriot langsung mengkudeta Persip Pase dari puncak. Sementara Persitas harus duduk manis sebagai juru kunci. Dengan kondisi ini, maka Persip wajib menang di pertandingan terakhir melawan Patriot.(bah)