Zaini Petani Sukses, Merawat Kopi Penuh Cinta
Kopi adalah tanaman keras yang sangat manja. Layaknya manusia, tanaman kopi harus dirawat dengan sepenuh jiwa,"
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Amirullah
Bangunan balai pertemuan--juga terbuat dari papan, dikombinasikan dengan kolam ikan di bagian bawah.
Bangunan ini juga dilengkapi fasilitas mandi cuci kakus atau MCK yang bersih. Tapi kolam itu belum ada ikannya.
Pejabat kabupaten yang pernah bertandang ke sana, menjanjikan benih ikan. Berbulan-bulan setelah kunjungan itu, benih tak juga datang.
Pada salah satu dinding balai, terbentang puisi panjang, berhiasan ilustrasi wajah Zaini. Puisi itu ditulis sendiri oleh Zaini.
Berisi gugatan dan keprihatinan nasib petani kopi Gayo yang miskin. Tak sepadan dengan gemerlap dolar yang dihasilkan minuman kopi di kafe-kafe pencakar langit.
Fasilitas MCK tambahan juga sedang dibangun sederhana. Itu untuk persiapan kedatangan 15 mahasiswa dari sebuah universitas di Taiwan.
"Mereka akan menginap beberapa hari. Makanya kita siapkan MCK-nya. Walau sederhana tapi bersih dan sehat," kaa Zaini tentang pengerjaan pembangunanMCKtersebut.
Para mahasiswa Taiwan itu datang ke sana untuk belajar budidaya kopi sekaligus menikmati alam kopi yang asiri.
Hampir tiap bulan ada saja tamu yang datang ke tempat itu. Ada yang bermalam, tapi ada juga yang cuma berkunjung sehari.
Sejumlah tamu asing yang pernah datang ke ke kebun Zaini berasal dari perusahaan Starbucks, mahasiswa Taiwan, peneliti kopi dari Australia, Qatar, Jepang, Amerika, India dan sejumlah negara Eropa.
Dari dalam negeri tak terhitung jumlahnya yang mengunjungi kebun Zaini, ada petani dan penyuluh pertanian dari Simalungun, Dairi, Pakpak dan sebagainya.
Berbagai kegiatan pelatihan tentang budidaya kopi acap diselenggarakan di tempat itu, bekerjasama dengan Dinas Perkebunan Aceh Tengah dan beberapa lembaga terkait lainnya.
Kebun milik Zaini tersebut boleh jadi sangat terkenal di luar negeri, tapi tidak di dalam negeri. Termasuk warga Aceh Tengah dan Bener Meriah, tidak mengetahui banyak tentang aktivitas di kebun kopi milik Zaini.
"Sepertinya begitu, he..he.." kata Zaini sambil tertawa.
Zaini memang menjadikan kebunnya sebagai Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Maju Bersama. Satu-satunya pusat pelatihan pertanian di Aceh Tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/zaini-kopi_20150731_160306.jpg)