Rabu, 15 April 2026

Zaini Petani Sukses, Merawat Kopi Penuh Cinta

Kopi adalah tanaman keras yang sangat manja. Layaknya manusia, tanaman kopi harus dirawat dengan sepenuh jiwa,"

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Amirullah
SERAMBI/FIKAR W EDA
Zaini, petani kopi 

Di tempat itu diajarkan budidaya kopi dan penanganan pasca panen serta manajemen usaha tani. Zaini sendiri sebagai tutornya, dibantu enam orang tim teknis lain dari masyarakat setempat. Kadang ia juga mengundang tutor tamu untuk menambah wawasan petani.

Selain petani, peserta pelatihan juga para tenaga penyuluh pertanian.

"Ini memang terbalik. Seharusnya tenaga penyuluh yang mendidik petani," kata Zaini mengenai aktivitas pelatihan.

Selama masa pelatihan, para peserta langsung diterjunkan dalam kebun. Tidak seperti pelatihan yang acap dilaksanakan pemerintah, melatih petani di ruang seminar hotel atau tempat pertemuan kantor.

Sejumlah satu hektare areal kebun kopi milik Zaini diperuntukkan bagi kebun penelitian Universitas Gajah Putih (UGP) Takengon. Zaini memang memiliki komitmen kuat memajukan dunia pertanian tanah Gayo dan itu harus didorong melalui jalur pendidikan.

"Petani kopi Gayo kelak harus bisa menikmati secara istimewa hasil kebunnya. Tidak seperti selama ini, petani kopi miskin papa. Yang kaya raya pedagang dan spekulannya," keluh Zaini prihatin.

Petani Otodidak

Zaini adalah petani kopi otodidak. Pengetahuannya tentang budidaya kopi berasal dari belajar sendiri dan pengalamannya sebagai petani. Ia ingin membagi pengetahuannya dengan sesama petani dan siapa saja yang berhasrat mendalami budidaya kopi.

Itulah antara lain alasan Zaini mendirikan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Maju Bersama.

"Petani kopi Gayo umumnya berlangsung secara turun temurun. Sementara ilmu pengetahuan terus berkembang. Inilah yang senahtiasa kita serap," kata Zaini. Kebun miliknya saat ini mampu meningkatkan produksi menjadi 1,7 ton per tahun per hektare.

Bandingkan dengan rata-rata produksi kebun kopi milik masyarakat lainnya berkisar 500 Kg -1 ton per hektar per tahun. Ia pun konsekwen dengan pola pertanian organik.

Untuk mendukung itu, Zaini akan memelihara beberapa ekor sapi di kebunnya sebagai penghasil kompos.

"Saya sudah siapkan sedikit lahat untuk peternaka sapi," katanya seraya menunjuk lokasi yang sudah disiapkan. Lebuh dari 30 batang kopi sudah ia tebang untuk kandang sapinya.

Kebunnya tak melulu berisi kopi. Ia melakukan tumpang sari dengan jeruk keprok Gayo dan terong agur. Saat mengitari kebunnya, pohon jeruk sedang berbuah lebat. Juga terong agur.

Peluang meningkatkan produksi kebun kopinya masih sangat terbuka. "Dan semua itu harus dilakukan dengan penuh perhatian dan dengan ilmu pengetahuan," katanya.

Halaman 3/4
Tags
kopi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved