Kamis, 14 Mei 2026

Sofyan Ingin Eks GAM Bersatu Lagi

Tokoh pendiri Partai Nasional Aceh (PNA) yang juga mantan juru bicara Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Sofyan Dawood

Tayang:
Editor: bakri

Mualem mengajak Sofyan Dawood kembali bergabung dalam satu barisan “perjuangan” disebabkan momentum pilkada mendatang. “Saya lihat pertemuan tersebut sebagai bentuk konsolidasi politik (jelang Pilkada 2017),” katanya kepada Serambi, Jumat (2/10) di Banda Aceh.

Acara makan malam di sebuah warung tomyam kawasan Peuniti, Banda Aceh, itu turut dihadiri petinggi eks kombatan, seperti Ayah Merin, Teungku Jamaika, Tarmizi Panyang, dan sejumlah petinggi lainnya.

Meski sudah lama tak terlihat bersama, Jamaika mengatakan hubungan komunikasi antara Mualem dan Sofyan Dawood sudah terjalin sejak tahun pertama kepemimpinan Zaini-Muzakir (Zikir) sebagai nakhoda Aceh. Hanya saja, komunikasi dan pertemuan Mualem dan Sofyan Dawood tidak pernah diketahui publik.

“Waktu saya masih menjabat ajudannya, Mualem pernah berbincang dengan saya dalam mobil menyangkut Sofyan Dawood. Mualem menanyakan pendapat saya tentang Sofyan Dawood terkait sesuatu hal. Itu terjadi pada 2013 saat masih setahun kepemimpinan Zikir,” katanya.

Namun, Jamaika tidak menjelaskan perihal yang dibicarakan secara empat mata tersebut. Tapi, katanya, keinginan Mualem merangkul kembali Sofyan Dawood untuk mempersatukan para petinggi mantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang berada di luar Partai Aceh pada Pilkada 2014 lalu.

Seperti diketahui, pada pilkada lalu Sofyan Dawood bersama Irwandi Yusuf mendirikan Partai Nasional Aceh (PNA). Dalam struktur PNA, tercantum sejumlah nama petinggi mantan kombatan, di antaranya Irwansyah, Muharram, Munawar Liza Zainal, dan Ayah Merin. Cuma, partai tersebut tak mampu meraih suara mayoritas.

Jamaika menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Mualem tidak membicarakan masalah pasangannya untuk maju sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022. “Tidak mengarah ke situ. Tapi Mualem hanya berkeinginan merangkul semua eks kombatan,” ujarnya.

Terkait calon pendamping Mualem pada pilkada mendatang, Jamaika belum mengetahui arah pilihan Mualem. Namun, dia mengaku sangat mendukung apabila Mualem dipasangkan dengan Sofyan Dawood atau dari partai nasional. Sebab, akan memudahkan menyatukan semua pihak tanpa memandang egosektoral.

“Tapi jika diambil dalam satu paket (dari Partai Aceh), maka tidak akan menambah pemilih. Tapi jika Mualem menggandeng Sofyan Dawood itu akan berbeda, sebab (Sofyan Dawood) orang di luar Partai Aceh. Berbicara GAM dulu siapa yang tidak kenal dengan Sofyan Dawood?” tukasnya.

Apabila PA dipaksakan satu paket, Jamaika secara pribadi mengaku tak setuju Mualem digandengkan dengan Abu Razak yang kini menjabat Wakil Ketua DPA PA karena berasal dari wilayah pantai utara.

Tapi Jamaika mengaku tidak keberatan jika Mualem dipasangkan dengan Abdullah Saleh (anggota DPRA dari Partai Aceh) karena berasal dari wilayah barat selatan Aceh. (yos/mz)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved