Breaking News:

Lipsus

Awas, Ancaman Kosmetik Palsu

Baru-baru ini Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) Aceh menyita

Editor: bakri

TREN mempercantik diri dengan memutihkan kulit wajah banyak dilakukan perempuan saat ini, termasuk di Aceh. Sayangnya, banyak yang salah memilih produk kosmetika, bahkan sebagian perempuan tanpa sadar memakai kosmetik palsu. Korban pun banyak berjatuhan. Haruskah selalu memakai kosmetika ‘modern’ agar tampil lebih cantik? Bagaimana pula membedakan kosmetik asli atau palsu? Serambi merangkumnya dalam liputan eksklusif berikut ini.

Baru-baru ini Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) Aceh menyita puluhan merek kosmetik palsu yang dijual pada sejumlah pasar di Banda Aceh.

Menurut Kepala BB POM Aceh, Dra Syamsuliani Apt MM, Kamis (5/11), kosmetik-kosmetik palsu ini ditemukan saat pihaknya melakukan pengawasan rutin setiap hari. Pengawasan dilakukan dengan cara membeli langsung dan memberitahu kepada penjual atau secara rahasia yakni membeli produk yang dicurigai, kemudian memeriksanya di laboratorium.

Produk yang banyak dipalsukan yakni jenis kosmetik pemutih, terutama yang punya brand terkenal. Pemutih ini ada yang berbentuk masker, bedak, dan sabun yang menggunakan bahan berbahaya. Selain palsu, ada produk yang juga mengandung bahan berbahaya seperti pada jajanan anak-anak, jamu tradisional, dan obat kuat. Barang palsu ini dicurigai pihaknya lantaran tidak punya nomor registrasi yang sah. (BACA: Cara Memastikan Produk Asli atau Palsu)

“Kosmetik palsu ini biasanya mengandung bahan berbahaya seperti Mercury (Hg cl2). Hidrokinon (Hg+). Bahan ini menyebabkan kanker yang merusak kulit dan susah disembuhkan. Kalau makanan biasanya mengandung bahan berbahaya seperti borak dan zat pewarna,” katanya.

BB POM Aceh yang merupakan satu-satunya instansi pengawas obat dan makanan rutin mengawasi produk kosmetika yang beredar di 23 kabupaten/kota. Selain mengawasi dan memeriksa, BB POM juga berwenang menindak dan memberi sanksi. Pengawasan dilakukan sebelum barang beredar (pre market) atau sesudah beredar (post market). Badan ini berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Disperindag, kantor perizinan, dan Dinas Pendidikan, (khusus untuk jajanan sekolah). Barang yang dijual harus terlebih dahulu didaftarkan ke POM untuk diperiksa ke lab, diberi penilaian, label, dokumen maupun komposisinya. (BACA: Tampil Menarik tak Harus Mahal)

“Kita juga punya hak memidanakan penyalahgunaan produk yang palsu maupun ilegal. Palsu artinya meniru produk yang sudah ada, sementara ilegal karena registrasinya tak resmi. Penjual maupun pembuat produk bisa kita tuntut ke Kejaksaan melalui penyidik pegawai negeri, kemudian disidang di pengadilan,” katanya.

Untuk pemberian sanksi ada tahapannya. Ini didasari unsur sengaja atau tidak. Jika tak sengaja, misalnya penjual tak tahu bahwa produk yang dijualnya palsu, biasanya hanya diberi peringatan kemudian barang dimusnahkan. Jika diulangi berkali-kali, maka bisa diberikan peringatan keras hingga berujung ke penegak hukum.

Sejak tahun 2014 BB POM Aceh sudah melimpahkan enam kasus ke kejaksaan. Kebanyakan terkait kosmetik palsu. Tersangkanya kebanyakan pedagang, sementara untuk pembuat produk palsu sukar diusut karena semua berasal dari Pulau Jawa. 

Hingga saat ini di Aceh belum ditemukan pabrik pembuatan kosmetik palsu maupun yang ilegal. Pengadilan biasanya memvonis mereka yang terlibat dengan sanksi membayar denda. “Salah satu kasus di tahun 2014, kita pernah menangkap seorang pemilik toko obat di Lhokseumawe karena menjual daftar obat G (obat keras). Ia melanggar aturan, sebab pemilik toko obat tak berhak atas itu kecuali apoteker,” kata Syamsuliani. (BACA: Tampil Menarik itu Naluri Manusia)

Dikatakan, secara ekonomi, tren beredarnya produk palsu maupun ilegal naik pada tahun 2015. Tahun 2014 hanya senilai Rp 40.851.000 sementara pada 2015 menjadi Rp 67.394.992. Namun dari segi kasus, tahun 2014 lebih banyak yakni empat kasus, sedangkan pada 2015 hanya 2 kasus.

“Kita akan terus melakukan pengawasan, pemeriksaan maupun penyidikan. Kita rutin mendatangi toko, supermarket dan distributor. Petugas akan melihat izin, dokumen, komposisi. Kita juga membina pedagang agar memilah-milah posisi makanan agar antarproduk tak terkontaminasi,” katanya.(gun/sak)

Lihat Video penarikan kosmetik Ilegal di Aceh : 


Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved