Rabu, 27 Mei 2026

Khazanah Aceh

Lihat, Bulan Sudah Terbelah

Memang, empat belas ribu abad silam, bulan yang menghiasi malam kita pernah terbelah dua, bagaikan belahan dua sisi bola.

Tayang:
Editor: Amirullah
SERAMBI/BUDI FATRIA
Proses terjadinya gerhana bulan 

Kamu pinta Muhammad naik ke langit untuk memintanya segera.

Sampai di langit kamu minta belah bulan purnama

sebelah ke barat, sebelahnya ke timur, dan semua orang melihatnya nyata)

Allah menunjukkan kekuasaannya melalui Rasul akhir zaman untuk membelah bulan. Dalam surat al-Qamar : 1-2 terekam "Telah dekat datangnya kiamat itu, dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka melihat sesuatu tanda (ayat/mukjizat), mereka berpaling dan berkata ini adalah sihir yang terus-menerus".

Bulan pun terbelah dua, jarak bulan antar kedua sisi sejauh renggangan tangan Rasulullah. Maka dalam riwayat literatur Islam terkenal dengan bulan keluar dari kedua tangan Rasulullah.

Sebutan tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah bukan sihir yang mengelabui sekejap mata manusia, tetapi ia benar-benar melakukannya secara nyata sebagai tanda mukjizat diberikan Allah kepadanya.

Sedangkan sebagian para ulama menafsirkan bahwa ayat tersebut menjelaskan bahwa kejadian bulan terbelah sudah disebutkan dalam kitab-kitab agama Samawi sebelum Islam, bahwa salah satu mukjizat nabi terakhir (Muhammad) dapat membelah bulan.

Ketika itu, dari Hadist Atsar para sahabat-sahabat Nabi yang masuk Islam pertama menjadi saksi dan membenarkan kejadian tersebut. Alhasil, sebagian kaum Mekkah beriman, tetapi tidak sedikit yang mengingkarinya.

Pasca wafatnya Rasulullah banyak orang-orang mendeklarasi dirinya nabi, baik pada masa sahabat hingga zaman sekarang.

Tetapi semua orang dan agama tidak ada yang percaya, sebab salah satu mukjizat nabi terakhir yang disebut dalam kitab adalah membelah bulan, lalu nabi palsu manakah yang mampu melakukannya?

Di era modern nan serba canggih, hasil penelitian dan pengakuan NASA tahun 1969 selaras dengan Hikayat Aceh dua ratus tahun lalu, bahwa 14 abad silam bulan terbelah sebagai bukti kenabian Muhammad dan rasul terakhir.

Maka kini, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan. 

[PENULIS HERMANSYAH, MA.Hum, Adalah dosen Bidang Teks Klasik dan Kajian Naskah pada Prodi SKI Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, dan Peneliti Manuskrip]

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved