Puisi
Tambora
tambora muntah darah malam hari moyang kami bercerita; ketika bulan luruh
Editor:
bakri
Lembah Anai; setelah bloodmoon
orang-orang menyulam cemas di lembah anai
gemuruh air membawa lumpur. berumah di jalan
membelah rimba dan lurah. tadi malam bulan berdarah
orang-orang menyulam cemas di lembah anai
hujan badai. air terjun menjadi bah
tak ada kata di rel kereta api yang mati
kecuali lelah dan pasrah.
2015
* Muhammad Subhan, menulis novel, cerpen, esai, dan sedikit puisi. Bergiat di Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Buku puisinya “Sajak-Sajak Dibuang Sayang” (2015). Tinggal di pinggir Kota Padangpanjang, Sumatera Barat.