Opini
Antagonisme Politik
SEDIKIT sosok yang bisa berperan jahat atau negatif (antagonis) tapi penonton menikmatinya
Maurice Duverger (1917-2014), sosiolog dan juga politikus Prancis menyebutkan, antagonisme politik memang berelasi dengan agen dan struktur sosial yang tidak matang, inferiority complex, rendah intelejensia, termasuk sakit psiko-sosial akut yang dialami sebuah masyarakat. Jika Pilkada Aceh belum cerdas, kira-kira penjelasan latar-belakangnya adalah resultante relasional dengan residu konflik masa lalu.
Namun, seharusnya kita semakin matang oleh perjumpaan-perjumpaan dan masa depan. Jarak dengan tahun konflik sudah jauh berbilang, lebih satu dekade. Sudah sepantasnya antagonisme politik tidak lagi mendapat panggung utama di Aceh. Kalau pun masih ada, hanya layak sebagai figuran di panggung kecil.
* Teuku Kemal Fasya, pemerhati perilaku politik Aceh. Email: aceh_cordoba@yahoo.co.uk
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pilkada-serentak_20160909_140944.jpg)