Agus Yudhoyono Si Kutu Buku yang Pernah Bertugas di Aceh Semasa Konflik
Di Aceh, Agus terpilih sebagai Komandan Tim Khusus (Dan Timsus) dan ia berhasil melakukan tugasnya dengan baik
SERAMBINEWS.COM - Ada fakta-fakta mengejutkan dari Agus Harimurti Yudhoyono, tak hanya kariernya yang bersinar di militer, ia memiliki kebiasaan unik dan nilai idaman, Jumat (23/9/2016).
Siapa yang tak mengenal Agus Yudhoyono, anak sulung Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Kariernya yang cemerlang di militer membawa angan banyak orang akan meneruskan jejak ayahnya menjadi seorang presiden kelak.
Siapa sangka Agus yang baru memiliki pangkat Mayor Infanteri memutuskan mundur dari militer dan menantang petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI Jakarta 2017 nanti.
Di balik perjalanan kariernya di militer, ada serangkaian catatan mengejutkan.
Agus tak hanya sosok yang dikenal sebagai seorang dengan kepemimpinan yang cerdas namun juga memiliki kepribadian yang baik.
Ia juga pernah memiliki nilai sempurna IPK 4,0.
Mengutip Wikipedia, 'perjalanan' Agus dimulai dari pendidikan dasarnya sejak 1984 dihabiskan di Bandung dan Timor Timur selama 2,5 tahun, serta Jakarta, sebelum akhirnya ia lanjutkan di Amerika Serikat pada 1990.
Kala itu, Agus mengikuti penugasan ayahnya sebagai siswa Seskoad di Fort Leavenworth.
Di Amerika Serikat, Agus pernah mendapatkan penghargaan dari sekolahnya dalam bidang akademik.
Selepas lulus dari SMPN 5 Bandung, Agus pun masuk SMA Taruna Nusantara Magelang pada tahun 1994.
Penatarama 1, pendiri pleton PKS (Patroli Kemanan Sekolah) serta Ketua OSIS SMA Taruna Nusantara ini lulus dengan predikat terbaik pada tahun 1997 dan meraih medali Garuda Trisakti Tarunatama Emas.
Prestasi itu semakin membulatkan tekad Agus untuk mengikuti jejak ayahnya masuk Akademi Militer Magelang.
Aktivitasnya yang menonjol dalam setiap kegiatan taruna dan prestasinya di bidang kepribadian, akademik dan jasmani, dengan meraih penghargaan Tri Sakti Wiratama—pada tingkat I dan II membuat Agus terpilih menjadi Komandan Resimen Korps Taruna Akademi Militer pada tahun 1999.
Pemegang alat bass drum Genderang Seruling Canka Lokananta Akmil ini, akhirnya lulus dengan predikat terbaik dan meraih penghargaan pedang Tri Sakti Wiratama serta medali Adhi Makayasa pada Desember 2000.
Lulus dari Lembah Tidar, ia lulus terbaik Sekolah Dasar Kecabangan Infanteri dan lulus terbaik Kursus Combat Intel pada tahun 2001.
Terinspirasi jejak ayahnya, Agus pun bergabung dengan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/agus-harimurti_20160923_211923.jpg)