Kue Hantaran Bisa Pesan di Pasar Atjeh

Pasar Atjeh di Jalan Diponegoro Banda Aceh yang selama ini identik dengan toko-toko penjualan pakaian, ternyata ada sekitar lima toko

Kue Hantaran Bisa Pesan di Pasar Atjeh
SERAMBI/ HARI MAHARDHIKA
Aneka oleh-oleh jajanan khas berupa kopi dan kue kering dijajakan di Pasar Atjeh, Banda Aceh, Jumat (7/10). SERAMBI/ HARI MAHARDHIKA 

* Wisatawan Umumnya Beli Kopi

BANDA ACEH - Pasar Atjeh di Jalan Diponegoro Banda Aceh yang selama ini identik dengan toko-toko penjualan pakaian, ternyata ada sekitar lima toko di lantai pertama milik Pemko Banda Aceh itu khusus menjual oleh-oleh khas Aceh. Bahkan di toko yang diberi nama pusat promosi souvenir tas dan kue-kue kering khas Aceh itu, juga melayani pemesanan kue hantaran khas daerah ini.

Hal ini seperti terlihat di toko Mardiah, Jumat (7/10). Berbagai macam kue hantaran, seperti meuseukat, wajik, dan dodol sudah dimasukkan dalam talam yang dihiasi pernak-pernik. Pasalnya, berbagai kue hantaran khas Aceh ini untuk berbagai acara spesial dalam adat Aceh, seperti dibawa rombongan pengantin lelaki untuk pengantin perempuan dalam acara pesta intat linto atau sebaliknya.

Kue-kue itu dijual Rp 200 ribu-Rp 270 ribu per talam. “Khusus untuk hantaran, kami hanya melayani pesanan dan harus diorder dua hari sebelum diperlukan, biasanya paling ramai pas akhir pekan karena banyak acara kawinan,” ujar Mardiah.

Menurutnya, kue hantaran tersebut rata-rata tahan disimpan belasan hari hingga sebulan. Umumnya kue khas Aceh ini dibuat menggunakan tepung dan gula sebagai bahan utama, sehingga rasanya legit.

Menurut Mardiah tempat penjualan mereka yang diberi nama pusat promosi souvenir tas dan kue-kue kering khas Aceh ini sudah ada sekitar tiga tahun lalu. Karena itu, tak hanya warga Aceh, para wisatawan luar Aceh juga kerap “berburu” kue khas daerah ini ke lokasi itu.

“Kalau wisatawan paling banyak dari Medan dan Malaysia. Mereka biasanya mencari kopi karena kopi Aceh kan poluler hingga ke luar Aceh. Bakpia Sabang juga banyak disukai dan dicari sama wisatawan dan orang kita (Aceh red-),” ujar Mardiah.

Mardiah juga menyebutkan pusat penjualan itu buka setiap hari pukul 09.00-18.00 WIB. Khusus menjelang hari-hari besar seperti Lebaran, buka hingga malam hari. “Pengunjung biasanya ramai pas hari libur dan akhir pekan. Kalau wisatawan banyak yang berkunjung kalau lagi ada acara di Banda Aceh atau wisatawan yang pulang dari Sabang,” imbuh Mardiah.

Bakpia Sabang dan Emping juga Tersedia
KUE khas Sabang, yaitu Bakpia dan oleh-oleh khas Pidie, Emping juga tersedia di antara berbagai kue khas Aceh lainnya, seperti bhoi dan dodol di pusat promosi souvenir tas dan kue-kue kering khas daerah ini di Pasar Atjeh itu. Harganya Rp 5 ribu - Rp 17 ribu sudah dapat. Sedangkan kopi, harganya puluhan ribu, tergatung jenis dan beratnya.

Menurut Mardiah, kue-kue kering itu didatangkan dari berbagai daerah di Aceh, seperti bakpia dari Sabang, emping dari Pidie, kopi dari Gayo, Aceh Tengah dan Ulee Kareng, Banda Aceh, bhoi dan dendeng dari Aceh Besar, serta kue khas dari berbagai daerah lainnya di Aceh. Rata-rata penjual mempunyai pemasok tetap dan siap diorder sesuai permintaan. (rul)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved