Selasa, 12 Mei 2026

Limbah Batu Bara Jadi Racun Berbahaya

Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Aceh, Ir Faizal Adriansyah MSi mengingatkan masyarakat

Tayang:
Editor: bakri

* Lignit atau batu bara cokelat adalah batu bara yang sangat lunak yang mengandung air 35-75% dari beratnya.

* Gambut, berpori dan memiliki kadar air di atas 75% serta nilai kalori yang paling rendah.

Secara definitif, sebut Faizal, batu bara adalah batuan sedimen yang dapat terbakar. Terbentuk dari endapan organik, terutama dari sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri atas karbon, hidrogen, dan oksigen.

Batu bara terbentuk pada daerah cekungan yang awalnya ditumbuhi vegetasi/tanaman, biasanya hutan yang kemudian tertimbun oleh suatu bencana alam masa lalu, sehingga seluruh hutan tersebut tertimbun selama ribuan bahkan jutaan tahun. (Karena itu, batu bara disebut energi tak terbarukan karena butuh jutaan tahun untuk pembentukannya -red). “Lama-kelamaan pepohonan akan berubah menjadi gambut hingga menjadi batu bara,” kata Faizal.

Proses perubahan sisa-sisa tanaman menjadi gambut hingga batu bara disebut dengan istilah pembatubaraan (coalification). Pembentukan batu bara dikontrol oleh tekanan, panas, dan waktu. Hal inilah yang menyebabkan perbedaan kualitas batu bara di suatu wilayah, sehingga ada istilah “batu bara muda” seperti kini terungkap di Kemukiman Lamteuba, Aceh Besar, namun belum diketahui volume maupun sebaran cadangannya. (dik)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved