Sudah 58 Orang Tewas akibat Minum Minyak Mandi di Rusia

Masih ada sekitar 37 orang lainnya dirawat dan beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

Sudah 58 Orang Tewas akibat Minum Minyak Mandi di Rusia
EPA/BBC
Label di botol minyak mandi ini bertuliskan alkohol etil, bukan metanol yang berbahaya. 

SERAMBINEWS.COM, MOSKWA - Korban tewas akibat meminum minyak mandi di Irkutsk, Siberia, Rusia terus berjatuhan. Hingga berita ini diturunkan pada Rabu (21/12/2016) sudah 58 orang tewas.

Jumlah korban tewas yang dilaporkan sebelumnya meningkat secara drastis. Laporan awal menyebutkan 25 tewas, lalu 32 orang,  49 orang, dan kini menjadi 58 orang.

Media setempat melaporkan, para korban itu tewas akibat meminum minyak mandi yang mengandung metanol atau spiritus, dengan harapan mendapat sensasi seperti meminum alkohol.

Masih ada sekitar 37 orang lainnya dirawat dan beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

Berdasarkan laporan komite investigasi Rusia, cairan sangat berbahaya dengan aroma bunga hawthorn itu dikonsumsi korban seperti minuman beralkohol biasa.

Namun, ternyata cairan mandi itu mengandung metanol, yang juga mengakibatkan kebutaan.

Harian The Siberian Times menyebut peristiwa keracunan di kota Irkutsk itu adalah "kasus sejenis terburuk yang pernah terjadi dalam sejarah Rusia modern."

Menteri Kesehatan Rusia, Oleg Yaroshenko, mengungkapkan, sebagian dari korban yang masih dirawat diminta untuk tidak meninggalkan rumah sakit karena dalam kondisi yang sangat serius.

"Mereka sangat telat datang ke rumah sakit... Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan mereka," demikian media lokal tersebut.

Harian Siberia itu menyatakan dokter dan guru TK turut menjadi korban dan banyak dari mereka yang tewas di rumahnya karena tidak punya banyak waktu untuk menelpon ambulans.

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved