Jembatan Kutablang Ditutup Lagi
Jembatan Krueng Tingkeum, Kutablang Bireuen yang selama ini diberlakukan sistem buka-tutup
* Direncanakan Mulai 20 Maret 2017
BIREUEN - Jembatan Krueng Tingkeum, Kutablang Bireuen yang selama ini diberlakukan sistem buka-tutup untuk dilintasi kendaraan, akan ditutup total kembali mulai 20 Maret 2017. Sementara itu, sebelum jembatan ditutup total, dewan meminta kerusakan jalan alternatif diperbaiki dan segera diaspal agar masyarakat mudah melintasinya.
Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Aceh melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PU Aceh Wilayah Bireuen, Amri Mirza kepada Serambi, Senin (6/3), pihaknya sudah memutuskan untuk kembali menutup total Jembatan Krueng Tingkeum mulai 20 Maret 2017.
Jembatan tersebut sudah pernah ditutup total pada 18 Februari 2017. Namun, beberapa hari setelah itu, jembatan harus dibuka kembali dengan sistem buka-tutup, karena terjadi kerusakan pada ruas jalan alternatif.
Amir Mirza mengatakan, ruas jalan alternatif terutama sebelah utara jembatan, atau persisinya jalan masuk bagi kendaraan dari arah Banda Aceh menuju Medan, belum memadai dan tingkat kepadatannya belum cukup bagus untuk dilintasi berbagai jenis kendaraan.
Namun hasil koordinasi berbagai pihak terhadap kondisi Jembatan Krueng Tingkeum yang semakin miring, diputuskan jembatan itu akan ditutup kembali mulai 20 Maret mendatang, untuk pembangunan jembatan baru.
“Terkait kontruksi jalan sebelah utara yang masih labil menjadi tanggung jawab rekanan untuk segera memperbaiki secepatnya, sebab kondisi jembatan tidak mungkin lagi dipertahankan. Dibiarkan dilintasi kendaraan akan berbahaya. Kita tidak bisa prediksi jembatan ambruk, tapi yang jelas jembatannya semakin miring,” ujarnya.
Amri menambahkan, saat ini rekanan terus memperbaiki kerusakan di jalan alternatif. Ia berharap perbaikan dilakukan sesuai standar nasional, sehingga saat dilintasi ratusan kendaraan tidak menimbulkan permasalahan.
Seperti diketahui, Jembatan Krueng Tingkeum yang berada di jalan Banda-Aceh Medan, kawasan Kutablang, Bireuen, sejak Jumat (20/1) pukul 02.00 WIB, posisinya menjadi miring. Penyebabnya, pilar bawah jembatan dihantam tumpukan balok kayu yang dibawa arus deras sungai itu. Sejak saat itu, arus kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif.
Wakil Ketua DPRK Bireuen, Athaillah M Saleh MA mengatakan, banyak pengendara dan warga setempat mengeluh terhadap konstruksi jalan alternatif untuk mengalihkan kendaraan dari Jembatan Krueng Tingkeum. Jalan sebelah selatan dianggap memadai, tapi sebelah utara berbahaya bagi pengendara, mulai dari Krueng Tingkeum sampai ke Desa Rancong.
Ia mengharapkan rekanan melakukan koordinasi dengan Satker untuk melakukan perbaikan ulang ruas jalan itu. Diakuinya, badan jalan itu awalnya berupa tanggul yang memang tidak dipersiapkan sebagai jalan kabupaten atau jalan nasional. Tapi karena kondisi darurat jembatan Krueng Tingkeum, maka digunakan ruas jalan untuk pengalihan kendaraan.
Athaillah mengharapkan jalan alternatif itu dibangun sesuai standar jalan nasional. Jika konstruksi ruas jalan itu berstandar jalan nasional, tentu tidak menjadi masalah saat dilintasi truk dan bus. “Tapi selama ini, akibat dilintasi truk dan bus, jalan amblas dan mengakibatkan mobil-mobil berbadan rendah sulit melintasinya,” kata Athaillah kepada Serambi, Senin (6/3).
Sementara ruas jalan alternatif sebelah timur Krueng Tingkeum (jalan keluar kendaraan dari arah Banda Aceh) dan jalur alternatif sebelah selatan untuk kendaraan dari arah Medan, menurut Athaillah, sudah memadai dan diharapkan dapat segera diaspal. “Jika tidak diaspal, jalan berdebu dan menyusahkan warga maupun pengguna jalan,” ujarnya.(yus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jembatan-krueng-tingkeum_20170218_125442.jpg)