Jumat, 17 April 2026

Citizen Reporter

Tradisi Bermain Bola pada Malam Puasa di Iran

TAHUN ini adalah tahun kedelapan saya berpuasa di Iran, negeri empat musim. Tidak seperti tahun lalu, tahun ini Ramadhan jatuh pada akhir musim semi

Editor: hasyim
NASRIATI A GANI 

Di sela-sela pembaca doa, diselipkan juga bacaan syair-syair duka yang menggambarkan penyesalan atas dosa-dosa terhadap Allah Swt. Jadi, pembacaan doa Jausyan Kabir ini bisa lebih dari 1,5 jam. Suasana sangat haru, orang-orang menitikkan air mata, menyadari kesalahan dan penyelasan atas kesalahan tersebut.

Lain lagi yang terjadi di jalan-jalan. Sekelompok orang bersedekah makanan. Setiap yang lewat dihadang dengan sekotak kue manis yang lezat, silakan diambil sesuka hati. Ketika kami lewat di depan jalan di mana acara sedekah kue ini terjadi, jalan jadi macet. Tiba-tiba seseorang mengetuk kaca mobil dan mengatakan befarmaid (silakan) sambil menyodorkan sekotak kue.

Jumat terakhir Ramadhan, ada kegiatan yang disebut hafte-e quds. Orang-orang turun ke jalan, menunjukkan support-nya kepada negara Palestina dan meriakkan yel-yel anti-Amerika dan Israel. Ini terjadi setiap tahun.

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: redaksi@serambinews.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved