Tiga Penyair Aceh Menulis Esai Antikorupsi dalam "Kata Tidak Sekadar Melawan"

Inilah buku yang memuat esai antikorupsi yang ditulis oleh tiga penyair asal Aceh, bersama-sama dengan 16 penyair Indonesia lainnya.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Yusmadi
ist
Buku kumpulan esai antikorupsi "Kata Tidak Sekadar Melawan." 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA --- Inilah buku yang memuat esai antikorupsi yang ditulis oleh tiga penyair asal Aceh, bersama-sama dengan 16 penyair Indonesia lainnya.

Ketiga penyair Aceh itu adalah Salman Yoga S, Sulaiman Juned, dan Fikar W Eda. Buku kumpulan esai antikorupsi tersebut berjudul "Kata Tidak Sekadar Melawan," diterbitkan oleh Beranda, penerbit di Malang.

Selain penyair asal Aceh, nama-nama penyair Indonesia lainnya yang karyanya termasuk dalam buku ini adalah Gol A Gong, Sosiawan Leak, Ahmadun Y Herfanda, Badruddin Amir, Dewa Putu Sahadewa, Fakhrunas MA Jabbar, Heru Mugiarso, Hilda Rumambi, Nanang Farid Syam, RD Kedum, Ribut Basuki, Rusdi Leikawa, Sudaryono, Sulit Bambang, Sunaryo Broto, dan Vonny Aronggear.

Baca: Aceh Minim Kader Antikorupsi

Penyair Fikar W Eda menulis esai berjudul "Munimang Gere Angik," Salman Yoga menulis "Sastra Tradisi (Didong Gayo) Indonesia Antikorupsi," dan Sulaiman Juned menulis "Sastra: Kesadaran Personal Penyair Melawan Korupsi."

Sebelumnya ketiga penyair Aceh itu ikut serta dalam kegiatan diskusi terumpun atau fokus diskusi grup (FGD) yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK di Pekan Baru Riau beberapa waktu silam.

Ketiganya juga aktif dalam gerakan "Puisi Menolak Korupsi" atau PMK. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved