Puisi
Palmerah
di stasion ini hujan begitu gegas seperti rindu sepasang kereta saling memburu namun tak pernah bertemu
Editor:
bakri
Penyair LK Ara saat baca puisi dalam Jambore Susastra Jawa Barat.
di atas pohon, kau menyiram daun-daun kopi
dengan pekik tembang dan puisi
dengan bola matamu yang membuka pintu-pintu pagi
“Aku adalah gelas yang harus kau isi,
Aku adalah benih yang mesti kau sirami.”
di antara jari-jari hujan, kau adalah penari
yang meliuk-liuk di pucuk Renggali
sambil memetik merah buah-buah kopi
dengan tanganmu yang menyimpan ladang-ladang sunyi
tempat lahirnya seribu matahari
Takengon, 27 November 2016
* MUSTAFA ISMAIL lahir di Aceh pada 1971. Ia hijrah ke Jakarta pada 1996 ketika mengikuti Mimbar Penyair Abad 21. Buku puisinya “Tarian Cermin” (2007 & 2012), “Menggambar Pengantin” (2013 & 2014) dan “Tuhan, Kunang-kunang & 45 Kesunyian” (Agustus 2016).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/penyair-lk-ara_20170827_155256.jpg)