Breaking News:

Bupati Pijay Telekonferensi dengan Menteri Pertanian, Ini Permintaannya

Kegiatan yang dirangkai dengan telekonferensi adalah dalam rangka tanam perdana kedelai serentak se-Indonesia.

Penulis: Abdullah Gani | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI
Bupati Pidie Jaya, H Aiyub Abbas melakukan telekonferensi dengan Menteri Pertanian, Ir H Amran Sulaiman, Jumat (6/10/2017). 

Laporan Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU -   Bupati Pidie Jaya, H Aiyub Abbas didampingi Kadis Pertanian dan Perkebunan (Kaditanbun) Aceh, Drs Muhammad Darjo, Kadistanpang Pijay, drh Muzakkir Muhammad, Dandim Pidie/Pijay, Letkok Arh Doni Indiawan S,IP serta sejumlah kadis terkait lainnya, Jumat (6/10/2017) melakukan Telekonferensi dengan Menteri Pertanian, Ir H Amran Sulaiman.

Pertemuan yang ikut dihadiri Staf Ahli Mentan Bidang Lingkungan Hidup, Mukti  Sarjono berlangsung sekitar satu jam, digelar di Komplek Batalyon Kompi 112 Jaya Sakti Gampong Jiem Jiem, Kemukiman Jalan Rata, Kecamatan Bandarbaru, Pijay.

(Baca: Abusyik Desak Pertamina Atasi Kelangkaan Solar, Selama Ini Nelayan dan Petani Mengeluh Padanya)

Belasan petani dan sejumlah penyuluh pertanian Pijay juga ikut berhadir.

Kegiatan yang dirangkai dengan telekonferensi adalah dalam rangka tanam perdana kedelai serentak se-Indonesia.

Sasaran luas tanam kedelai yang diberikan pusat untuk  Aceh, kata M Darjo, seluas 25.000 hektar tersebar di sejumlah kabupaten termasuk Pijay seluas 500 hektare.

(Baca: Program Tanam Serentak di Abdya Berantakan)

Tanam perdana untuk Aceh, dilaksanakan secara simbolis di Gampong Jiem Jiem oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kumba Sarah Panyang. 

Lahan baru yang dbuka di kawasan perbukitan tergolong subur dan potensial untuk palawija termasuk kedelai.

Bupati Pijay, H Aiyub Abbas, selain melaporkan tentang kondisi dan peluang besar sektor tanaman pangan termasuk kedelai, juga meminta pemerintah untuk menaikkan harga beli kedelai.

Hal itu, kata dia, dimaksudkan agar petani lebih bergairah lagi dalam menanam komoditi tersebut.

Harga jual kedelai oleh petani kepada pedagang pengumpul Rp 5.000 per kilogram yang sudah berlangsung lebih tiga tahun sangat merugikan petani jika dikaitkan dengan biaya produksi yang semakin melonjak.

(Baca: Kementan Kembangkan Tujuh Komoditi di Aceh Tengah)

Karenanya, Bupati Aiyub Abbas berharap bantuan pemerintah melalui Menteri Pertanian agar mempertimbangkan harapan petani. (*)

Baca berita selengkapnya di Harian Serambi Indonesia edisi Sabtu (7/10/2017).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved