Sabtu, 25 April 2026

200 Kilogram Muntahan Paus yang Ditemukan Nelayan Ini Berkaitan dengan 10 Paus Sperma di Aceh?

Jadi temuan 10 paus di Aceh diperkirakan berhubungan dengan temuan muntahannya di Bengkulu," ujar Zamdial,

Editor: Faisal Zamzami
Capture
Sukadi, nelayan Bengkulu penemu muntahan paus bernilai mahal. 

SERAMBINEWS.COM, BENGKULU - Dosen kelautan Universitas Bengkulu, Zamdial menilai, temuan muntahan paus (abergris) di Pulau Enggano, Samudera Hindia, Provinsi Bengkulu oleh nelayan berhubungan dengan terdamparnya 10 paus jenis sperma di Aceh.

"Samudera Hindia, perairan Bengkulu merupakan jalur perjalanan paus. Jadi temuan 10 paus di Aceh diperkirakan berhubungan dengan temuan muntahannya di Bengkulu," ujar Zamdial, Selasa (14/11/2017).

Ia menjelaskan, ambergis jika baru dikeluarkan paus berbau busuk berwarna kehitaman. Namun seiring waktu bau busuk tersebut menghilang menjadi wangi.

(Baca: Empat Paus Mati, 6 Kembali ke Laut)

"Jadi mudah saja mau mengenali apakah yang ditemukan nelayan Kabupaten Kaur itu adalah ambergis yakni dengan mengenali bau wangi. Itu langkah awal. Namun untuk memastikannya dapat dilakukan penelitian lebih dalam," jelas dia.

Ia melanjutkan, muntahan paus bukan keluar dari mulut paus namun melalui anus. Ambergis biasanya dipakai untuk zat pengawet parfum dengan harga mahal.

Dosen Prodi Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu, Dewi Purnama memperkirakan, ambergis yang ditemukan nelayan merupakan muntahan paus.

“Sampelnya pernah dibawa ke Univeritas Bengkulu. Dari bau, bentuk, dan sifat mudah terbakar, hipotesis sementara diindikasikan itu ambergis Paus,” kata Dewi.

(Baca: Terpapar Gelombang Sonar, Kawanan Paus Hilang Arah)

Namun, sambung Dewi, harus dilakukan penelitian lebih jauh untuk memastikan secara valid.

Sebelumnya, seorang nelayan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, Sukadi, menemukan 200 kilogram benda mengapung di tengah Samudra Hindia yang diduga muntahan (ambergris) paus, 2 November 2017.

"Awalnya, saya sedang melaut bersama empat rekan. Tepatnya antara Pulau Dua dan Pulau Enggano saya melihat muntahan itu berserak di tengah laut," kata Sukadi saat dihubungi Kompas.com, Senin (13/11/2017).

Paus Sperma, Satwa Laut Pembawa Kristal Putih

AKADEMISI dari Unsyiah memastikan paus yang terdampar di Pantai Durung, Kemukiman Lamnga, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Senin (13/11) semuanya jenis sperma.

Paus sperma merupakan salah satu dari banyak jenis paus, misalnya paus pilot sirip pendek, paus kepala botol, paus kepala melon, dan lain-lain.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved