Jumat, 10 April 2026

Komandan Tentara Zimbabwe Mengundurkan Diri dari Jabatannya di Militer

Kabar pengunduran diri tersebut muncul usai Chiwenga, melalui televisi pemerintah

Editor: Faisal Zamzami
(JEKESAI NJIKIZANA/AFP)
Komandan Tentara Zimbabwe Jenderal Constantino Chiwenga mengumumkan pengunduran dirinya, Senin (18/12/2017). 

SERAMBINEWS.COM, HARARE - Komandan Tentara Zimbabwe Jenderal Constantino Chiwenga mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatannya di militer pada Senin (18/12/2017).

Pemimpin pergerakan militer yang berujung pada mundurnya Robert Mugabe dari kursi kepresidenan itu disebut tengah mengambil langkah untuk mencalonkan diri sebagai wakil presiden.

Kabar pengunduran diri tersebut muncul usai Chiwenga, melalui televisi pemerintah, memperingatkan tentara akan turun tangan menghentikan perseteruan dalam partai berkuasa, ZANU-PF.

"Jenderal Constantino Guvheya Dominic Nyikadzino Chiwenga akan pensiun dan menunggu pemindahan kembali," kata Misheck Sibanda, Sekretaris Utama Presiden Emmerson Mnangagwa.

(Baca: Myanmar Selidiki Kuburan Massal di Rakhine, Jadi Tempat Pelanggaran HAM Terhadap Etnis Rohingya)

(Baca: Jika Anda Punya Penyakit Ini, Sebaiknya Jangan Ikut Lomba Lari Marathon)

Dilansir dari AFP, militer Zimbabwe juga telah mengumumkan penghentian operasi dan akan mengembalikan tugas pengamanan kepada kepolisiaan.

"Situasi normal kini telah kembali ke negara kita," kata Panglima Tentara Nasional Zimbabwe Phillip Valerio Sibanda.

Militer Zimbabwe mulai melancarkan serangkaian operasi yang disebut pembersihan oknum di pemerintahan pada 15 November lalu.

Tentara mengatakan target operasi adalah sekutu-sekutu korup Mugabe saat menguasai wilayah tersebut.

(Baca: WN Tiongkok Kedapatan Jual Baju Dalam Perempuan dan Sepatu di Meulaboh, Ini Dilakukan Pihak Imigrasi)

(Baca: Tak Disangka! Syahrini Idolakan 2 Sosok Ustaz Ini, Rindu Ingin Segera Bertemu)

Intervensi militer tersebut diikuti oleh demonstrasi massa dan tekanan untuk memberhentikan Mugabe, yang akhirnya resmi mundur pada 21 November melalui sebuah surat kepada parlemen.

Jabatan presiden kini dipegang mantan wakil Mugabe, Emmerson Mnangagwa, yang hanya akan memerintah hingga digelarnya pemilu pada 2018 mendatang. (AFP)

(Baca: Suaminya Direbut Pelakor yang Sedang Dalam Masa Iddah, Ini Sindiran Nadya Almira!)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved