Selamatkan Pulau Pusong Dari Abrasi, Pemko Langsa Galakkan Penanaman Pohon
Kemudian pembentukan kounitas bank sampah, juga penyantunan 500 ank-anak, yatim, janda dan fakir miskin di sana.
Penulis: Zubir | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Zubir | Langsa
SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Ratusan pejabat Pemerintah Kota (Pemko) Langsa, Forkopimda, dan masyarakat, Minggu (24/12/2017) melakukan penanaman 5.000 batang pohon.
Penanaman dilakukan disepanjang pantai di Pulau Pusong, Gampong Teulaga Tujoh, Kecamatan Langsa Barat, dan pengutipan sampah di permukiman penduduk.
Pada waktu bersamaan juga dilakukan peresmian bak penampungan air kapasitas 35.000 liter dan mobil tangki air milik Gampong Teulaga Tujoh.
Kemudian pembentukan kounitas bank sampah, juga penyantunan 500 ank-anak, yatim, janda dan fakir miskin di sana.
Baca: Tabrakan di Persimpangan PT Timbang Langsa, Begini Nasib Pensiunan PTPN I
Rombongan berangkat ke Pulau Pusong yang berjarak 4 mil dari daratan Pelabuhan Kuala Langsa ini, menggunakan 5 boat nelayan.
Kegiatan itu ditutup dengan makan bersama para pejabat, relawan, dan masyarakat Teulaga Tujoh, dengan hidangan kuah kari 2 ekor kambing yang telah disediakan pihak gampong.
Hadir Waka Polres Langsa Kompol Siswara Hadi Candra SIK, Ketua DPRK, Burhansyah SH, perwakilan dari Kementrian Lingkungan Hidup yang diwakilkan Bapedas Aceh, perwakilan Dinas Lingkunan Hidup diwakilkan KPH Wilayah III, Kodim 0104/Atim, Pramuka, dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Langsa.
Wakil Wali Kota Langsa, Dr H Marzuki Hamid MM, yang memimpin lansung kegiatan itu kepada Serambi mengatakan, 5.000 batang pohon yang ditanami meliputi masing-masing 2.000 batang pohon cemara laut dan manggrove, serta 1.000 batang pohong ketapang.
Baca: Rumah Warga Miskin di Langsa Terbakar, Kursi Roda Bocah Lumpuh Layu Ikut Hangus
"Pohon tersebut sengaja kita tanami disepanjang pantai Pulau Pusong ini, untuk mengurangi terjadinya abrasi pulau tersebut yang sebelumnya memiliki daratan sekitar 15 hektar tapi kini hanya tersisa 4.000 hektar," katanya.
Menurut Marzuki Hamid, pulau Pusong ini harus diselematkan dari gerusan air laut.
Salah satu cara penyelamatannya adalah dengan terus menggalakan penanaman pohon bakau disekelilin bibir pantai dan daratan pulau dimaksud.
Sementara proyek pembangunan tanggul pemecah ombak atau jeti tersebut yang sempat dilakukan Pemerintah Aceh sekitar 10 tahun lalu di Pulau Pusong itu telah berhenti, dan sekarang belum ada tanda-tanda akan dilanjutkan kembali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tanah-pohon-di-langsa_20171224_155025.jpg)