Malam Pergantian Tahun Sepi
Di Aceh, malam pergantian tahun dari 2017 ke 2018 berlangsung sepi. Tak terlihat euforia muda-mudi membunyikan
Namun menjelang detik-detik pergantian tahun dari 2017 ke 2018, tepatnya sekitar pukul 23.00 WIB, hujan lebat disertai petir mengguyur Kota Sabang,disusul dengan padamnya listrik. Kerumunan warga tersebut langsung membubarkan diri, kembali ke rumah maupun penginapan masing-masing.
Pantauan Serambi, detik-detik pergantian tahun berlangsung dalam kondisi hujan. Beberapa warga melewatinya sambil berteduh di emperan toko dan warung kopi. Tampak tidak perayaan apa pun pada malam tahun baru di Sabang.
Ali Taufik mengatakan, sejak dua tahun terakhir memang sudah tidak ada perayaan apa pun untuk tahun baru masehi di Sabang. Semua pihak dilarang menggelar event untuk menyambut tahun baru. Sehingga, kata Taufik, para wisatawan hanya menikmati wisata alam yang banyak terdapat di Sabang.
Sebelumnya, Pemko Sabang bersama Forkompimda sudah mengeluarkan seruan dan imbauan, meminta tidak ada perayaan apa pun untuk menyambut tahun baru Masehi. Warga juga dilarang berhura-hura pada malam pergantian tahun tersebut.
Suasana liburan pada hari pertama tahun baru 2018 di Aceh Jaya dilaporkan tanpa ada gangguan arus lalu lintas, baik kecelakaan di jalan raya maupun insiden warga tenggelam di lokasi pantai wisata.
“Dalam pantauan kita hingga menjelang Senin sore tak ada gangguan arus lalu lintas dan kecelakaan di jalan raya, semuanya berlangsung aman,” kata Kapolres Aceh Jaya, AKBP Eko Puranto melalui Kasat Lantas Iptu Iswandi kepada Serambi, Senin (1/1).
Ia tambahkan, pihaknya pada hari pertama tahun 2018 kemarin terus memantau situasi, demikian juga pada malam sebelumnya. Namun, tak ada insiden apa pun, apalagi konsentrasi massa tak terlalu banyak karena faktor hujan.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsigaan pada Kantor Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK), Aceh Jaya Ismail menyebutkan, sejumlah tempat wisata kemarin dalam kondisi aman. Hingga menjelang sore tak ada laporan warga yang musibah baik di jalan maupun di tempat-tempat pemandian umum.
Pihaknya meyakini, para warga Aceh Jaya kini lebih berhati-hati saat mandi di laut, karena semakin menyadari sering terjadi musibah jika mandi atau berenang di sembarang tempat yang rawan bahaya.
Dalam menyambut tahun baru 2018 di Aceh, hanya di Aceh Tenggara (Agara) yang sempat diwarnai pesta mercon. Hal itu mengganggu kenyamanan masyarakat yang sedang tertidur dan berbahaya bagi penderita penyakit jantung.
Lisna, seorang ibu rumah tangga (IRT), warga Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, kepada Serambi, Senin (1/1) mengatakan, suara mercon pada saat tengah malam sangat menganggunya sekeluarga yang sedang tidur pulas. Bahkan, akibat suara mercon tersebut anaknya yang baru berumur enam bulan terbangun dari tidur dan menangis ketakutan.
Menurut dia, sepertinya penjual mercon masih saja ada di Agara, kendati aparat Polres Agara telah melakukan razia di perbatasan.
Amatan Serambi, hanya suara mercon yang dibunyikan secara sembunyi-sembunyi terdengar di beberapa tempat, selebihnya tak ada pesta atau panggung hiburan yang secara khusus digelar untuk merayakan malam pergantian tahun di Agara. (bud/mun/c45/as)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/suasana-bundaran-simpang-lima-banda-aceh_20180102_100114.jpg)