Pengakuan Nyak Sandang Soal Pesawat Seulawah RI-001: Kami Patuh Ulama karena tidak Mau Terus Dijajah

Ayah Sandang yang juga mantan keuchik ini adalah salah seorang yang menyimpan Obligasi Pembelian Pesawat Seulawah RI-001,

Pengakuan Nyak Sandang Soal Pesawat Seulawah RI-001: Kami Patuh Ulama karena tidak Mau Terus Dijajah
ist
Nyak Sandang yang juga mantan keuchik ini adalah salah seorang yang menyimpan Obligasi Pembelian Pesawat Seulawah RI-001 yang menjadi cikal bakal perusahaan penerbangan Garuda Indonesia. 

Laporan  M Nasir Yusuf | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Rumah Keuchik Lheut Lamno, Aceh Jaya yang terletak di sebuah lorong kecil di sebelah kanan jalan ibukota Kecamatan Jaya, Jumat pagi (09/03/2018) terlihat sepi.

Namun, di rumah itu sudah menunggu seorang lelaki sepuh Nyak Sandang (91) yang oleh warga setempat dipanggil Ayah Sandang.

Lelaki berpenampilan necis ini ternyata menyimpan bukti sejarah pengorbanan rakyat Aceh untuk Indonesia yang begitu bernilai.

Lembaran pembelian obligasi yang merupakan modal Indonesia untuk memiliki pesawat udara pertama yang kemudian menjadi cikal bakal kemajuan kedirgantaraan di Tanah Air.

Baca: Menengok Replika Pesawat Seulawah, Burung Besi dari Aceh untuk Indonesia

Ayah Sandang yang juga mantan keuchik ini adalah salah seorang yang menyimpan Obligasi Pembelian Pesawat Seulawah RI-001 yang menjadi cikal bakal perusahaan penerbangan Garuda Indonesia.

Ayah Sandang yang didampingi puteranya yang juga Keuchik Lheut, Kecamatan Jaya terlibat bercerita panjang lebar dengan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusar) Aceh, Zulkifli M Ali dan tim dari Dispusar Aceh.

Ia menjelaskan orangtuanya, Tgk Ibrahim membeli obligasi senilai Rp 100 (seratus rupiah) pada tahun 1950, lebih setengah abad yang lalu.

Baca: Penjajahan Sosial Rakyat Aceh

Halaman
12
Penulis: Nasir Yusuf
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved