Kamis, 7 Mei 2026

Waktu Kecil Sering Sakit-sakitan, Nama Bung Karno Ternyata Pernah Diruwat

Tak hanya sejarah Indonesia yang terpengaruh oleh sepak terjang Soekarno, dunia yang diwakili AS pun sempat

Tayang:
Editor: Fatimah
Bung Karno muda memang berdarah panas. | ist 

Baca: Koramil 08/Bakongan Galakkan Budaya Hidup Bersih di Lingkungan Masyarakat

Tinggal di rumah Haji Oemar yang juga seorang politisi kawakan dan tempat tinggalnya kerap dipakai ajang pertemuan para aktivis Serekat Islam secara tak sengaja an otodidak Bung Karno banyak mendapat pelajaran politik serta organisasi. 

Bung Karno lalu bergabung dengan organisasi yang dianggap paling cocok bagi dirinya, Jong Java. 

Mulai saat itu, jiwa nasionalisme dan kebangsaan mulai terpupuk lewat organisasi yang diikuti serta lewat pertemuan dengan tokoh-tokoh Sarekat Islam.

Lulus dari HBS, Bung Karno yang telah memiliki sejumlah visi dan idealisme melanjutkan studinya ke Technische Hoge School (ITB) Bandung dan lulus tepat waktu pada 1925. 

Baca: 10 Siswa SMK Penerbangan Aceh Berangkat ke Amerika Serikat, Magang ke Pabrik Boeing

Selama kuliah Bung Karno yang dikenal sebagai mahasiswa cerdas, aktif bertukar wawasan dengan dua tokoh pemikir dan politikus Tjipto Mangunkusumo serta Dr Douwes Dekker. 

Dua tokoh yang kemudian turut mendampingi perjuangan Bung Karno ini, saat itu merupakan tokoh pergerakan National Indische Partij. 

Selain menjalani kuliah arsitektur secara serius Bung Karno yang menyukai semua ilmu juga membaca banyak buku karya penulis ternama dari luar negeri mulai dari politik, seni, sastra hingga buku-buku ilmu keagamaan. 

Baca: Guel dan Didong Lengkapi Penampilan Nabila di Liga Dangdut Indonesia

Seperti kedua rekannya, Bung Karno juga tertarik mendirikan organisasi. 

Pada 1926 Bung Karno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Partai Nasional Indonesia (PNI) tahun 1927. 

Ia merumuskan ajaran Marhaenisme yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka. 

Aktivitas Bung Karno yang antikolonialisme dan pro kemerdekaan itu menyebabkan dirinya ditangkap oleh Belanda. 

Pada Desember 1929, Bung Karno yang dicap sebagai aktivis berbahaya dimasukan ke penjara Sukamiskin, Bandung tanpa melalui proses pengadilan. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved