Rob O'Neill Anggota Navy SEAL Penembak Mati Osama bin Laden, Ditembak di Kepala 3 Kali
Setelah lebih dari tiga tahun akhirnya terungkap sudah siapakah yang membunuh Osama bin Laden.
Meski demikian, para instruktur SEAL mengatakan, sejatinya 90% materi yang diberikan dalam Hell Week merupakan tekanan mental. Sementara 10% sisanya materi fisik.
Baca: Padi Warga Padang Tiji Pidie Terancam Gagal Panen, Ini Penyebabnya
Baca: Pameran Pembangunan Aceh Jaya Tahun Ini Dilaksanakan di Taman Memorial Tsunami
Sebelum dibangunkan menggunakan tembakan, para siswa baru saja terlelap setengah jam.
Kurikulum latihan sebelum Hell Week dibuat sehingga mereka mengantuk menjelang pendidikan.
Setelah itu selama dua hari para siswa digembleng terus menerus melaksanakan beragam materi mulai dari berguling-guling di lumpur, berenang, push up, lari, dan lainnya.
Teriakan instruktur dan suara tembakan terus menyertai membuat suasana Hell Week benar-benar terasa.
Bagi semua siswa, Hell Week menyebabkan ketidakstabilan, disorientasi, bahkan halusinasi.
Tidak jarang para siswa mengigau seolah-olah berenang atau berlari terus tanpa henti.
Hell Week menggiring emosi dan pikiran seseorang pada limitasi maksimal.
Sehingga, dari sini pula siswa US Navy SEAL diseleksi secara alamiah, mana yang lulus dan mana yang akhirnya menyerah atau tidak kuat mengikuti pendidikan.
Untuk bisa jadi personel pasukan khusus, memang harus lolos dari minggu neraka.
Pasalnya penggemblengan yang kerashingga di luar batas kemampuan manusia normal sudah jadi menu sehari-hari. (Intisari)
Baca: LIVE STREAMING Timnas U-19 Indonesia Vs Jepang, Saksikan di RCTI Pukul 18.00 WIB
Baca: Lakukan Aksi Berbahaya Dikubur di Balok Es, Limbad Sempat Kritis dan Tak Sadarkan Diri
Artikel ini telah tayang di Intisari dengan judul: Pengakuan Rob O'Neill, Anggota Navy SEAL yang Menembak Mati Osama bin Laden