Kamis, 9 April 2026

Pimpinan DPRA Datangi Pemilik Obligasi Tahun 1950, Ini Tujuannya

Obligasi yang dimiliki masyarakat Aceh itu, jenisnya bermacam-macam, ada obligasi untuk beli pesawat, kapal laut, dan lainnya.

Penulis: Herianto | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Ketua DPRA dan wakilnya mendatangi pemilik sertifikat obligasi hutang negara di Kampung Pineung Banda Aceh, Senin (16/4/2018). 

Laporan Herianto | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH -- Ketua DPRA, Tgk Muharuddin dan Wakil Ketua I Drs Sulaiman Abda MSi, Senin (16/4/2018) siang mendatangi sejumlah rumah penduduk yang memiliki sertifikat obligasi tahun 1950.

Tujuan dari kunjungan Ketua DPRA, Muharuddin dan wakilnya, Sulaiman Abda mendatangi pemilik obligasi sertifikat utang negara itu adalah menindaklanjuti persoalan itu secara serius.

“Pansus Dana Obligasi Masyarakat Aceh untuk sumbangan kepada pemerintah pusat pada tahun 1950-1959 itu, akan ditangani serius,” kata Ketua DPRA, Muharuddin kepada Serambinews.com.

Baca: Di Obligasi Tertulis Tahun 1950, Pesawat Dibeli Tahun 1948, Begini Jawaban Pemegang Obligasi

Muharuddin menjelaskan, Pansus Dana Obligasi Masyarakat Aceh kita bentuk,  pertama untuk menjelaskan kepada publik, bahwa pada tahun 1950 – 1959, benar ada masyarakat Aceh, banyak membantu krisis keuangan yang dialami  pemerintah pusat, baik dalam membeli sertifikat obligasi, hibah maupun lainnya.

Obligasi yang dimiliki masyarakat Aceh itu, kata Muharuddin, jenisnya bermacam-macam, ada obligasi untuk beli pesawat, kapal laut, dan lainnya.

Baca: Pemegang Obligasi Diminta Melapor

Contohnya,  seperti obligasi yang dimiliki Nyak Sandang, di Lamno Aceh Jaya, dengan nilai 100 rupiah.

Selain Nyak Sandang, kata Muharuddin, masih banyak lagi masyarakat Aceh yang memiliki dokumen obligasi seperti yang dimiliki Nyak Sandang.

Kepada Pemerintah, Nyak Sandang, tidak meminta obligasinya itu diganti, atau dibayar, meskipun membayar utang negara kepada masyarakata itu wajib dilakukan.

Tapi yang ia minta adalah perhatian pemerintah terhadap dirinya.

Nyak Sandang, minta diberangkatkan naik haji, kemudian minta matanya dioperasikan dan ketiga pemerintah membangun masjid di Kampungnya.

Baca: Kisah Pesawat RI-001 Selundupkan Senjata Pasca Kemerdekaan, Berkat Sumbangan Nyak Sandang

Dari sejumlah permintaan yang dimintak Nyak Sandang, satu telah dikabulkan Presiden Joko Widodo, yaitu mengoperasi mata Nyak Sandang yang tidak bisa melihat, karena katarak, sekarang sudah dioperasi dan beliau sudah kembali bisa melihat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved