Breaking News:

Perbup Pengelolaan APBG Pidie Telah Tuntas, Ini Permintaan Abusyik Kepada 730 Keuchik

Bila masih ada keuchik yang masih bersikap 'nakal', maka siap-siap berhadapan dengan hukum

Penulis: Idris Ismail | Editor: Muhammad Hadi
IST
Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyik) menyampaikan arahan pada acara Saweu Gampong di Desa Dayah Tuha, Kecamatan Batee, Pidie, Rabu (31/1/2018). 

Laporan Idris Ismail I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Pemerintah kabupaten Pidie mendesak 730 keuchik untuk segera mengajukan qanun gampong pengusulan program kerja pembangunan.

Karena telah tuntasnya Peraturan Bupati (Perbup) Pidie Nomor 13 Tahun 2018 tentang petunjuk pelaksanaan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) sejak sepekan lalu yang telah disampaikan ke 23 kecamatan.

Baca: Polisi Gerebek Rumah Warga di Kecamatan Pidie, Ternyata Puluhan Miras Milik Seorang Wanita Ditemukan

"Selaku pimpinan daerah, saya mendesak kepada 730 keuchik yang tersebar di 23 kecamatan untuk segera dapat mengusulkan program kerja pembangunan gampong mealui alokasi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) 2018," kata Bupati Pidie, Roni Ahmad atau Abusyik kepada Serambinews.com, Minggu (22/4/2018).

Dalam rentang waktu beberapa pekan kedepan, pihak keuchik sudah dapat mengajukan proses pengajuan dana tahap awal sebesar 25 persen.

Diakui Abusyik, terlambatnya Perbup dikarenakan adanya proses mutasi.

Baca: Polres Pidie Tetapkan Remaja Hina Islam di Facebook Jadi Tersangka, Mengaku Akibat Putus Cinta

Tapi pemerintah berharap agar seluruh keuchik untuk mematuhi segala aturan dan petunjuk tehnis yang telah ada dalam aturan negara dan Perbup

Bila masih ada keuchik yang masih bersikap 'nakal', maka siap-siap berhadapan dengan hukum.

"Ini merupakan murni sebagai konsekwensi kerja dan saya berharap ini tidak pernah terjadi keuchik di Pidie tersandung dengan hukum atau masuk penjara," jelasnya.

Baca: Pengguna Jalan di Lintas Provinsi di Meurahdua Pidie Jaya Mengeluh, Karena Kewalahan Dengan Debu

Pemerintah sangat berharap agar tidak ada satupun keuchik yang melakukan penyimpangan dalam penggunaan dana APBG 2018 dan seterusnya.

"Karena jika ada keuchik yang tidak taat dalam pengelolaan amanah ini, maka secara tidak langsung menunjukkan kinerja saya juga gagal dalam membina keuchik," ujarnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved