Kupi Beungoh
Jangan Sombong, Superman pun Bisa Lumpuh dan Meninggal Muda
Kedok di balik karakter superhero tampan yang mengenakan kostum biru berlogo huruf "S" di dadanya itu, hanyalah nama pujian.
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam kubur,” (QS.At-Takatsur:1-2)
Manusia mustahil melampaui hukum grafitasi atau termodinamika.
Semua yang kita miliki tentu ada batasnya, seperti penglihatan, pendengaran, kesehatan, umur, bahkan kesenangan dan kesedihan sekalipun.
“...Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (QS. Al-Hadid: 20).
(Baca: ‘Tarhib’ Ramadhan)
Sesungguhnya kehidupan dunia ini pasti akan berakhir dan kelak berganti dengan kehidupan baru.
Bumi akan mati, laut terbakar, pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan, gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan, Israfil yang meniup terompet sangkakala pun akan tumbang.
Bahkan malaikat Izrail yang bertugas mencabut nyawa akhirnya fana juga.
Kelak, semuanya akan musnah hanya Allah saja yang abadi dan berkuasa mutlak.
Allah SWT yang dulu kekal, itulah Allah yang sekarang, dan itulah Allah yang kekal selama-lamanya.
Kematian pasti akan datang pada semua makhluk walaupun kita di lindungi oleh benteng yang paling kuat.
Dan rezeki pun sudah ditetapkan, walaupun kita bersembunyi di tempat yang tidak diketahui manusia.
Perkara ini sudah tercatat dalam Lauh Mahfudz 50.000 tahun sebelum Allah SWT ciptakan segala sesuatu.
(Baca: Mohamed Salah Si Pembawa Kebahagiaan, Siap Menyinari di Bulan Ramadhan)
Namun Allah SWT berikan kita asbab-asbab untuk menguji keyakinan.
Manusia akan diuji dengan kaya dan miskin, ketika sehat dan sakit, ketika senang dan susah, atau ketika disakiti dan mampu menyakiti.
Melalui ujian dan cobaan inilah seseorang akan menjadi manusia yang lebih baik kualitas keimanan dan ketaatannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ridha-yuadi_20180511_173117.jpg)