Senin, 20 April 2026

Kupi Beungoh

Jangan Sombong, Superman pun Bisa Lumpuh dan Meninggal Muda

Kedok di balik karakter superhero tampan yang mengenakan kostum biru berlogo huruf "S" di dadanya itu, hanyalah nama pujian.

Editor: Zaenal
IST
Ridha Yuadi 

Oleh Ridha Yuadi *)

SEMASA kecil, saya pikir Superman itu benar-benar ada. Dia adalah sosok pahlawan yang menebarkan kebaikan dan menyelamatkan bumi.

Lengkap pula dengan kehebatannya: terbang sangat tinggi lalu menukik cepat bak pesawat tempur.

Namun siapa sangka, kedok di balik karakter superhero tampan yang mengenakan kostum biru berlogo huruf "S" di dadanya itu, hanyalah nama pujian.

Superman ternyata memakai nama palsu. Nama aslinya adalah Christoper Reeve, ia ber KTP Amerika Serikat.

(Baca: Selamat Hari Ibu - Ibu tak Perlu Menyandang Sayap Superman)

Karier Reeve sangat cemerlang, dia memerankan Superman/Kal-El/Clark Kent di empat seri film Superman dari tahun 1978 hingga 1987.

Saking terkenalnya, Reeve diprediksi menjadi aktor sepanjang masa.

Namun sebuah kecelakaan pada bulan Mei 1995 menjadi akhir dari segalanya.

Christopher Reeve lumpuh akibat cedera yang dialaminya sewaktu mengikuti perlombaan olahraga berkuda lintas alam.

Hampir seluruh tubuhnya (dari leher hingga kaki) mengalami kelumpuhan permanen.

Reeve sangat menderita pascajatuh dalam sebuah ajang pacuan kuda.

Beberapa tahun kemudian, atau tepatnya pada 10 Oktober 2004, sang pujaan publik yang dilahirkan pada 25 September 1952, ini pun meninggal dunia dalam usia muda (52 tahun).

Mimpi yang Melalaikan

Seiring perjalanan waktu, semua cerita Superman ternyata mimpi belaka, tidak lebih dari permainan yang melalaikan.

Melalaikan dari apa? Dari tugas dan tujuan hidup yang sesungguhnya yaitu mengabdi (beribadah) kepada Allah.

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam kubur,” (QS.At-Takatsur:1-2)

Manusia mustahil melampaui hukum grafitasi atau termodinamika.

Semua yang kita miliki tentu ada batasnya, seperti penglihatan, pendengaran, kesehatan, umur, bahkan kesenangan dan kesedihan sekalipun.

“...Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (QS. Al-Hadid: 20).

(Baca: ‘Tarhib’ Ramadhan)

Sesungguhnya kehidupan dunia ini pasti akan berakhir dan kelak berganti dengan kehidupan baru.

Bumi akan mati, laut terbakar, pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan, gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan, Israfil yang meniup terompet sangkakala pun akan tumbang.

Bahkan malaikat Izrail yang bertugas mencabut nyawa akhirnya fana juga.

Kelak, semuanya akan musnah hanya Allah saja yang abadi dan berkuasa mutlak.

Allah SWT yang dulu kekal, itulah Allah yang sekarang, dan itulah Allah yang kekal selama-lamanya.

Kematian pasti akan datang pada semua makhluk walaupun kita di lindungi oleh benteng yang paling kuat.

Dan rezeki pun sudah ditetapkan, walaupun kita bersembunyi di tempat yang tidak diketahui manusia.

Perkara ini sudah tercatat dalam Lauh Mahfudz 50.000 tahun sebelum Allah SWT ciptakan segala sesuatu.

(Baca: Mohamed Salah Si Pembawa Kebahagiaan, Siap Menyinari di Bulan Ramadhan)

Namun Allah SWT berikan kita asbab-asbab untuk menguji keyakinan.

Manusia akan diuji dengan kaya dan miskin, ketika sehat dan sakit, ketika senang dan susah, atau ketika disakiti dan mampu menyakiti.

Melalui ujian dan cobaan inilah seseorang akan menjadi manusia yang lebih baik kualitas keimanan dan ketaatannya.

“Dialah Allah yang menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji diantara kalian yang terbaik amalnya,” (QS: Al-Mulk: 2).

Maka semuanya pasti akan mati dan menjadi tanah. Tapi kematian bukanlah kematian, justru kehidupan baru akan dimulai.

Nanti semua yang tadinya hanya mimpi akan menjadi kenyataan. Yang tertutup tercabut semua.

Azas keselamatan pada hari itu (kiamat) bukanlah pada wajah, kekayaan maupun martabat keluarga.

Kemudian, diumumkan oleh malaikat bahwa pada hari ini fulan bin fulan telah celaka.

Tatkala ditimbang amalnya, keburukannya terlihat begitu berat. Malaikat pun merasa ketakutan.

Bagaimana dengan golongan kanan? Mereka akan diberikan kenikmatan yang tiada tara.

Dan Allah SWT berfirman, “Wahai kekasihku Muhammad naiklah ke mimbar.” Maka Rasulullah SAW membacakan puji-pujian kepada Allah.

Jangankan penduduk syurga yang sudah pasti terkesima, syurga dan benda-benda yang ada didalamnya pun hanyut bersama suara pujian Rasul Allah.

Bahkan pada hari yang berbahagia itu, Allah jua memerintahkan hijab agar diangkat.

Hari itu manusia akan menatap “wajah” Allah azza wajalla.

Dulu, ketika melihat Nabi Yusuf saja, ada yang tidak sadar, sampai mengiris-iris jari mereka tanpa terasa.

Itu baru Nabi Yusuf. Bagaimana dengan pencipta-Nya?

Ya, dunia ini memang seperti mimpi. Di dalam mimpi seakan-akan kita bisa terbang, setelah terbangun baru sadar ternyata hanya mimpi doank. Begitu juga di dalam kubur nanti, bagaikan terjaga dari mimpi maka malaikat pun berkata: Mimpi Kamu!!

Entah kenapa kita gemar bermimpi dan enggan “melihat” yang sebenarnya yaitu: kubur, mahsyar, shirat, syurga, dan neraka. Padahal itu semua bukan cerita dongeng melainkan kenyataan yang menunggu ummat manusia.

Benar, manusia akan memperoleh kebahagiaan dan ketenangan hidup jika mentaati perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Itulah ketetapan Allah. Seperti Namrud, Qarun dan Firaun, mereka adalah manusia yang “terbang” mencari kebahagiaan dalam harta, kerajaan, kekuasaan dan jabatan.

Alhasil, Namrud, Qarun dan Firaun Laknatullah tidak mendapatkan kebahagiaan melainkan kehidupannya sengsara di dunia dan di akhirat.

Yuk bermuhasabah sejenak, membuka kembali peta perjalanan hidup dan mengisi ulang hati dengan energi baru sekaligus membersihkan onak yang melekat padanya.

Bahwa yang kita harap dari semua ini hanyalah ridha-Nya.

Kalau Allah SWT sudah ridha maka semuanya akan beress.

Marhaban Ya Ramadhan!!

*) Ridha Yuadi adalah aktivis Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI)

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved