Pojok Humam Hamid
“Rebel” to “Ruler”: Refleksi dan Kontemplasi tentang Zaini Abdullah
Kesepakatan Helsinki 2005 memotong narasi lama Aceh dengan satu keputusan yang brutal dalam kesederhanaannya: perang dihentikan.
Oleh: Ahmad Humam Hamid*)
SEJARAH, jika dibaca dengan jujur, jarang bersimpati pada romansa perjuangan.
Ia lebih sering bersikap dingin, bahkan kejam: para pemberontak yang menang tidak otomatis menjadi negarawan, dan para negarawan yang gagal sering kali hanya mantan pemberontak yang kehabisan momentum sejarah.
Aceh menawarkan salah satu studi kasus yang paling jelas tentang itu.
Zaini Abdullah adalah produk dari dunia yang dibentuk oleh konflik panjang.
Ia bukan sekadar saksi, tetapi bagian dari elite Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang hidup dalam logika perlawanan: negara dipandang sebagai masalah, dan perubahan dipahami sebagai sesuatu yang harus direbut, bukan dinegosiasikan.
Dalam dunia seperti itu, sejarah selalu tampak sederhana.
Ada penindasan.
Ada perlawanan.
Ada musuh yang jelas.
Namun sejarah tidak pernah berhenti pada kesederhanaan itu.
Kesepakatan Helsinki 2005 memotong narasi lama Aceh dengan satu keputusan yang brutal dalam kesederhanaannya: perang dihentikan.
Dari titik itu, para mantan kombatan tidak lagi hidup dalam dunia “melawan”, tetapi dunia “memerintah”.
Dan di sinilah ilusi besar mulai runtuh.
Karena tidak ada pelatihan dalam sejarah yang benar-benar mempersiapkan seorang “rebel” untuk menjadi “ruler”.
pojok humam hamid
Zaini Abdullah meninggal
zaini abdullah
Sosiolog humam hamid
humam hamid aceh
Humam Hamid
| Zaini Abdullah: Seorang Dokter yang Menyeberangi Sejarah |
|
|---|
| Ketimpangan Wilayah dan Sumber Daya: Akankah UTU Menjadi Transformator Barsela? |
|
|---|
| Tambang, Leuser, Perubahan Iklim: Undangan Tragedi Masa Depan Aceh |
|
|---|
| Menjelang 20 Bulan Prabowo Berkuasa: Apa Beda Sumitronomics dan Prabowonomics? |
|
|---|
| Revisi Narasi Sejarah Aceh dari Hanya Perang dan Ulama: Saudagar Habib Bugak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Humam-dan-dr-Zaini-Abdullah.jpg)