Breaking News:

Sumur Minyak Meledak

Semburan Sumur Minyak di Ranto Peureulak Ditutup

Menurut Syahrizal minyak dari sumur itu diperkirakan akan mengalir sekitar dua minggu lagi.

Penulis: Seni Hendri | Editor: Yusmadi
ist
Sumur minyak yang masih menyembur paska meledak dan terbakar Rabu 25 April 2018 lalu, kini lubangnya telah ditutup oleh tim penanganan gabungan menggunakan alat dari PT Pertamina, Sabtu (12/5/2018). 
Laporan Seni Hendri | Aceh Timur 
SERAMBINEWS.COM, IDI - Kepala BPBD Aceh Timur, Syahrizal Fauzi, mengatakan sumur minyak yang masih menyembur paska meledak dan terbakar Rabu 25 April 2018 lalu, kini lubangnya telah ditutup oleh tim penanganan gabungan menggunakan alat dari PT Pertamina.
"Sudah ditutup dengan permanen menggunakan alat dari pihak PT Pertamina," ungkap Syahrizal Fauzi, kepada Serambi, Sabtu (12/5/2018).
Menurut Syahrizal, alat penutup tersebut berupa beton dengan ukuran segi empat yang diperkirakan dengan berat sekitar 5-6 ton, dan pada tengah beton tersebut ada pipa besi berdiri dengan memiliki kran penutup ke atas, kiri, dan kanan.
"Jika tekanan semburannya tidak kuat maka kran pipa atasnya ditutup. Sedangkan, cairan minyak dan airnya dialirkan ke tempat penampungan menggunakan pipa," jelas Syahrizal.
Menurut Syahrizal minyak dari sumur itu diperkirakan akan mengalir sekitar dua minggu lagi. Karena tekanan samburannya terus menurun. Sedangkan, minyaknya terus dipindahkan menggunakan mobil tanki ke lokasi penampungan di kecamatan setempat.
Dengan telah ditutupnya sumur yang menyembur ini, jelas Syahrizal, karena itu penanganan terhadap sumur tersebut telah selesai. Selanjutnya, PT Aceh Timur Kawai Energi yang akan mengawasinya sumur tersebut.
Sedangkan posko penangan gabungan di lokasi juga dicabut. Hanya posko Muspika, setempat yang tetap berada di lokasi.
Selanjutnya, terkait dengan warga yang ingin kembali ke rumah, dan melakukan aktivitas di sekitar sumur, jelas Syahrizal, Muspika, akan duduk kembali bersama dengan perangkat gampong setempat untuk memberikan arahan.
Selanjutnya, Syahrizal, juga menghimbau masyarakat agar secara sama-sama menjaga alat yang telah dipasang pada sumur tersebut.
"Harus kita jaga bersama apabila ada kejadian hal-hal yang tidak dinginkan tolong segera dilaporkan kepada Muspika untuk ditangani lebih lanjut," jelas Syahrizal. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved