TOPIK
Sumur Minyak Meledak
-
Musibah yang menyebabkan 58 orang mengalami luka bakar, dan 29 orang di antaranya meninggal dunia itu terjadi Rabu, 25 April 2018 dini hari.
-
"Meninggal jadi 28 orang, dan luka bakar 30 orang," jelas Saiful kepada Serambinews.com, Kamis (24/5/2018).
-
Selain itu, bagi warga sekitar juga kita imbau agar tidak memasak di luar rumah karena dikhawatirkan muncul bau gas tiba-tiba," pinta Saiful.
-
Menurut Syahrizal minyak dari sumur itu diperkirakan akan mengalir sekitar dua minggu lagi.
-
Proses penyampaian orasi yang diwakili para koordinator massa di depan kantor DPRK ini dikawal ketat aparat keamanan.
-
Kehadiran dua pejabat Kemensos RI di Ranto Peureulak, Aceh Timur disambut aksi massa yang menuntut tetap diizinkan aktivitas pengeboran minyak.
-
"Dibolehkan untuk dikelola oleh rakyat melalui kelompok koperasi bekerjasama dengan badan usaha milik daerah (BUMD),"
-
Perawatan para pasien merupakan kerjasama Asosiasi Perawat Luka Indonesia dengan RSUD Sulthan Abdul Aziz Syah, Peureulak,
-
Massa meminta pemerintah agar mengizinkan rakyat mengelola sumur minyak tradisional di Kecamatan Ranto Peureulak.
-
Kedua Dirjen tersebut didampingi Bupati Aceh Timur, H Hasballah bin HM Thaib, dan Kadis Dinsos Aceh, dan disambut unsur Forkopimda Aceh Timur.
-
Informasi yang diperoleh Serambi keduanya keluar dari sel Polres Aceh Timur, Rabu (2/5/2018) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
-
Sebelumnya, jenderal bintang dua ini menegaskan akan menindak tegas, bila ada prajuritnya yang terlibat di usaha ilegal tersebut.
-
Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro mempersilahkan pihak keluarga mengajukan penangguhan penahanan terhadap para tersangka
-
Dia merasa yakin kepala desa hanya mengeluarkan surat sebatas untuk ketertiban berdasarkan kearifan lokal di desanya
-
Tapi sampai saat ini belum ada peraturan yang memberikan izin kepada masyarakat untuk melakukan eksploitasi dan eksplorasi minyak dan gas
-
Karena jika ini terus dibiarkan maka hal-hal yang tidak kita inginkan berpotensi terjadi kembali
-
harus ada pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang juga meraup keuntungan atas pengeboran minyak ilegal tersebut
-
Kedatangan Politisi muda Aceh Timur ini disambut langsung oleh Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro
-
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian rekan-rekan PMA terhadap warga yang menjadi korban dalam insiden kebakaran ini
-
Dua orang tersangka yang diamankan dari L300 BL 8421 DF itu yakni RZ (24), MN (21), warga Gampong Lhok Dalam, Peureulak,
-
Seperti diketahui, Ledakan sumur minyak 26 April 2018 dinihari mengakibatkan 21 korban jiwa dan puluhan lainnya luka-luka.
-
Lima orang ditetapkan sebagai tersangka, kata Kapolres, setelah pihaknya memeriksa sebanyak 30 orang saksi dalam kasus ini
-
Ainal Mardiah (Kak Nar), kata Iskandar, kehilangan dua anaknya (Afrizal dan Siti Rahaya), serta ibunya bernama Siti Habsyah.
-
Limbah tersebut disedot untuk dibawa ke tempat penampungan Pertamina agar tidak mencemari sawah di desa itu, karena volumenya semakin banyak.
-
"Saya pulang ambil jerigen lain, tapi saat hendak kembali ke sumur terdengar suara ledakan, dan terjadi kebakaran hebat,” ungkap Raisa.
-
Setibanya di sana, Hasbuh bagai disambar petir karena melihat istrinya dan sejumlah warga lainnya terkepung dalam kobaran api.
-
"Kemenangan Nabila adalah kemenangan Aceh, musibah kebakaran sumur minyak adalah musibah Aceh. Kita merasakan derita yang sama,"
-
Informasi itu disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBA, T Ahmad Dadek kepada Serambinews.com, Jumat (27/4/2018).
-
Para petugas dari berbagai satuan semuanya menggunakan masker. Bahkan, butiran air bercampur minyak seperti debu tampak berterbangan.
-
Total korban meninggal hingga sore ini sebanyak 21 orang. Sedangkan jumlah korban luka akibat terbakar berkurang dari 40 orang menjadi 39 orang.