Sabtu, 11 April 2026

JAD Dituding Biang Serangan Teror di Surabaya, Siapa Sebenarnya Kelompok Ini?

Ia dikabarkan mengerahkan anggota keluarganya dan tewas saat meledakkan diri di Gereja Pantekosta Pusat, Surabaya.

Editor: Muhammad Hadi
Salah satu gereja yang menjadi sasaran bom di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/5/2018).(KOMPAS.com) 

SERAMBINEWS.COM - Tak kurang Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang mengklaim serangkaian serangan teror di Jakarta dan Surabaya merupakan "tindakan balas dendam" kelompok Jemaah Ansharud Daulah alias JAD.

Ia mengatakan aksi tersebut merupakan reaksi atas keberhasilan polisi meringkus dua petinggi JAD, Aman Abdurrahman dan Zainal Anshori.

"Serangan ini dilakukan JAD yang merupakan kelompok pendukung ISIS di Indonesia dan didirikan Aman Abdurrahman," kata Tito kepada The Jakarta Post.

Baca: Adik Trio Bomber Bali Beberkan Pola Pemboman Libatkan Sekeluarga di Surabaya, Adopsi Tren Dari Sini

Baca: Pelaku Bom Tiga Gereja Surabaya Ternyata Tajir, Punya Usaha Minyak dan Rumah Seharga Rp 1,5 Miliar

"Mereka maunya main panas. Begitu ada penangkapan, maunya ada pembalasan,” imbuhnya lagi.

Serangan di Surabaya diduga dikoordinasikan oleh Dita Supriyatno, Ketua JAD Surabaya.

Ia dikabarkan mengerahkan anggota keluarganya dan tewas saat meledakkan diri di Gereja Pantekosta Pusat, Surabaya.

JAD dibentuk pada 2015 silam oleh 21 organisasi teror yang mendeklarasikan kesetiaan pada Islamic State, seperti Majelis Indonesia Timur dan Barat, Ikhwan Mujahid Indonesi fil Jazirah al-Muluk, Khilafatul Muslimin, dll.

Baca: VIDEO - Terungkap Cita-cita dan Sikap Bocah Pelaku Bom di Surabaya, Ternyata Begini Saat di Sekolah

Baca: Ini Sederet Kasus Bom di Indonesia yang Dikaitkan dengan Jamaah Ansharut Daulah

Sejak itu organisasi ini sudah berulangkali melancarkan serangan di tanah air.

Ketika masih dipimpin Aman, JAD antara lain bertanggungjawab atas serangan bom Thamrin dan Kampung Melayu.

Kemudian bom di Polres Surakarta, penyerangan Mapolres Banyumas, bom panci di Bandung, dan baku tembak di Tuban, Jawa Timur.

Selanjutnya penyerangan pos kepolisian di Banten dan pengeboman Gereja Oikumene di Samarinda.

Pertautan Aman dengan ISIS mulai tercium publik ketika dia mengeluarkan fatwa jelang serangan bom Thamrin 2016 silam.

Baca: Terungkap! Beginilah Cara Puji Kuswati Rayu 4 Anaknya Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri Bersama

Baca: VIDEO Aksi Heroik Polisi Selamatkan Anak dari Ledakan Bom Polrestabes Surabaya, Banjir Pujian

"Berhijrahlah ke negara Islam dan jika tidak mampu, maka berjihadlah di negara masing-masing," tulisnya.

Sejak 2017 silam pemerintah AS menempatkan JAD dalam daftar organisasi teror dan melarang semua perusahaan AS berurusan dengan kelompok tersebut.

Dalam aksinya JAD berulangkali menggandeng organisasi teror lain, Jamaah Ansharut Tauhid alias JAT yang merupakan kelompok pecahan Jemaah Islamiyah.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved