Ramadhan Mubarak

Fadhilah Shalat Tarawih

RAMADHAN adalah bulan yang paling utama dalam pandangan orang Aceh, karena Rasulullah saw bersabda (artinya),

Fadhilah Shalat Tarawih
Prof. Dr. H. Azman Ismail, M.A. Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Di Aceh, hampir semua masjid, meunasah dan mushalla penuh sesak dengan para jamaah terutama di awal bulan Ramadhan. Kalau ada orang Islam yang kadang-kadang tidak melaksanakan shalat di awal waktu di luar bulan Ramadhan, maka dia terpaksa melaksanakan shalat Maghrib dan Isya di awal waktu secara berjamaah.

Pahala shalat berjamaah lebih banyak dari shalat sendirian. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda (artinya), “Pahala shalat berjamaah lebih banyak dari shalat sendirian sebanyak 27 derajat.” (HR. Malik)

Siapa yang melaksanakan shalat Tarawih secara berjamaah akan mendapat pahala, seperti orang yang melaksanakan shalat semalam suntuk dan diampuni dosanya. Orang yang melaksanakan shalat Tarawih dianggap orang yang melaksanakan qiyamul lail. Rasulullah saw bersabda (artinya), “Barang siapa mendirikan shalat di malam bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka orang itu telah diampuni dosanya yang terdahulu.” (Muttafaq ‘alaih).

Perbuatan sunat yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan, termasuk shalat Tarawih, akan mendapat pahala seperti perbuatan wajib yang dilaksanakan di luar bulan Ramadhan. Rasulullah bersabda saw(artinya), “Pahala orang yang mendekatkan diri kepada Allah dengan berbuat satu kebaikan (perbuatan sunat) sama dengan orang berbuat kewajiban di luar bulan Ramadhan.” (HR. Ibnu Khuzaimah).

Orang yang melaksanakan shalat Tarawih sebulan penuh, termasuk orang yang mencintai masjid. Rasulullah bersabda saw (artinya), “Tujuh golongan (orang beriman) mendapat naungan di hari kiamat dan tiada naungan di hari itu, kecuali nanungan Allah ...orang yang hatinya terpaut dengan masjid.” (HR. Bukhari).

Keterpautan hati jamaah dengan masjid janganlah terjadi di bulan Ramadhan saja. Diharapkan kepada seluruh jamaah shalat Tarawih untuk selalu mengunjungi masjid sebagai rumah Allah, di luar Ramadhan. Sebab, setiap langkah yang menuju rumah Allah, akan dibalas dengan pahala di sisi Allah.

Rasulullah bersabda saw (artinya), “Barangsiapa yang berwudhuk di rumahnya dengan sempurna, kemudian dia keluar rumah menuju ke masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah. Setiap langkah kanan yang diangkatnya (akan) dibalas dengan kebaikan (dari Allah) dan setiap langkah kiri yang diangkatnya dibalas dengan menghapus dosanya, hingga dia sampai ke masjid.” (Syu’ab al-Iman).

Shalat Tarawih di masjid secara berjamaah akan menguatkan tali silaturrahim sesama jamaah. Kalau ada jamaah yang sakit akan dikunjungi oleh jamaah yang lain. Kalau ada jamaah yang mendapat musibah akan dibantu oleh para jamaah yang lain. Hubungan sesama muslim akan lebih kuat dengan sering mereka bertemu di masjid.

Shalat Tarawih di bulan Ramadhan akan memperbaiki hubungan antara orang kaya dengan orang miskin yang selalu bertemu di masjid. Yang kaya akan menoleh kepada yang miskin. Kalau ada kelebihan dana dia akan sedekahkan kepada jamaah yang miskin. Sebaliknya, orang miskin tidak cemburu kepada saudaranya yang kaya, karena mereka sama-sama berstatus sebagai jamaah shalat Tarawih.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved